Lahan Kritis dan Minim Air, Green Farm Banyuwangi Sukses Panen 80 Ton Jagung

1aauyvyuy.jpg Panen Raya Jagung di Green Farm Banyuwangi, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Keterbatasan kondisi lahan dan sumber air tak menghalangi Taruna Bumi Green Farm Banyuwangi menghasilkan panen jagung secara maksimal. Melalui riset dan penerapan teknologi pertanian, lahan yang dinilai kurang ideal tersebut mampu menghasilkan sekitar 80 ton jagung dari 20 hektare lahan yang dipanen.


Panen raya jagung kuartal III 2026 itu berlangsung di kawasan Taruna Bumi Green Farm Banyuwangi, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jumat (11/9/2026). Lahan yang dikembangkan secara bertahap tersebut memiliki total luas sekitar 100 hektare.


Ketua HKTI Jawa Timur Arum Sabil mengatakan keberhasilan panen tersebut merupakan hasil dari proses riset dan inovasi yang dilakukan untuk menjawab tantangan kondisi lahan. Salah satunya terkait lahan yang kurang subur serta memiliki keterbatasan air.


"Ini sebenarnya lahan di sini tanahnya kurang ideal digunakan untuk lahan pertanian. Namun berkat inovasi di tanah yang tidak begitu subur tapi berhasil menghasilkan tanaman yang optimal," ujar Arum.


Menurutnya, penerapan teknologi memungkinkan budidaya jagung tetap dilakukan di lahan kritis dengan ketersediaan air yang minim. Pengembangan tersebut juga didukung berbagai inovasi, termasuk pemanfaatan energi surya untuk kebutuhan pengairan.


"Ini berkat dukungan dari teman-teman yang melakukan riset dan inovasi teknologi pertanian. Di mana bisa menanam jagung di lahan kritis, minim air akan tetapi mampu menghasilkan hasil panen yang maksimal," katanya.


Salah satu inovasi yang diterapkan yakni pompa air bertenaga surya. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya efisiensi dalam pengelolaan lahan sekaligus menjawab keterbatasan sumber air di kawasan pertanian.


Selain teknologi pengairan, riset di Green Farm juga menghasilkan pengembangan benih jagung baru yang diberi nama KIP, singkatan dari Kolaborasi, Inovasi, Polri.


Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan pengembangan lahan dilakukan secara bertahap. Dari total 100 hektare yang menjadi kawasan pengembangan, tahap awal panen dilakukan di lahan seluas 20 hektare.


"Ini kan bertahap dari 100 hektar, 20 hektare dulu yang dipanen. Ini juga bagian dari riset yang dikembangkan adik-adik kita di sini yang luar biasa. Jadi kami berterima kasih kepada Green Farm yang telah memberikan ruang untuk pengembangan teknologi pertanian," ujar Nanang.


Nanang berharap hasil riset dan teknologi yang dikembangkan di Green Farm tidak berhenti di lokasi tersebut. Inovasi yang telah dihasilkan diharapkan dapat diterapkan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas jagung.


"Mudah-mudahan hasilnya ke depan lebih meningkat sehingga hasil riset yang telah dikembangkan kemudian disalurkan kepada petani yang bermuara pada peningkatan hasil pertanian khususnya jagung sehingga terciptalah swasembada pertanian jagung yang mendukung program ketahanan pangan Bapak Presiden," jelasnya.


Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif pengembangan riset dan teknologi pertanian jagung di Banyuwangi. Pemkab, lanjut dia, siap memberikan dukungan melalui fasilitas, kebijakan, maupun penyediaan lahan untuk menunjang program tersebut.


"Kita setuju jika di Banyuwangi ada pengembangan ataupun riset dan teknologi pertanian jagung. Kita berharap Banyuwangi bisa memberikan kontribusi pada hasil pertanian tanaman jagung untuk daerah lain," kata Ipuk. (ep)