Polda Jatim Panen Raya Jagung 80 Ton di Banyuwangi, Dorong Riset-Teknologi Pertanian dan Regenerasi Petani

1jhuii.jpg Kapolda Jatim, Bupati Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi dan Jajaran Panen Raya Jagung di Sempu (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Polda Jawa Timur mendorong pengembangan riset dan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas jagung. Hal itu disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto saat menghadiri panen raya jagung kuartal III 2026 di Taruna Bumi Green Farm Banyuwangi, Kecamatan Sempu, Jumat (11/9/2026).


Panen raya tersebut merupakan bagian dari pengembangan lahan seluas 100 hektare. Untuk tahap awal, panen dilakukan di lahan sekitar 20 hektare dengan hasil mencapai sekitar 80 ton jagung.


Nanang mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda panen, tetapi juga bagian dari riset yang dikembangkan untuk menemukan pola pertanian yang dapat meningkatkan hasil produksi.


"Ini kan bertahap dari 100 hektar, 20 hektare dulu yang dipanen. Ini juga bagian dari riset yang dikembangkan adik-adik kita di sini yang luar biasa. Jadi kami berterima kasih kepada Green Farm yang telah memberikan ruang untuk pengembangan teknologi pertanian," kata Nanang.


Dia berharap hasil riset dan inovasi yang dikembangkan dapat diterapkan lebih luas oleh petani. Dengan begitu, produktivitas jagung bisa meningkat dan turut mendukung program ketahanan pangan nasional.


"Mudah-mudahan hasilnya ke depan lebih meningkat sehingga hasil riset yang telah dikembangkan kemudian disalurkan kepada petani yang bermuara pada peningkatan hasil pertanian khususnya jagung, sehingga terciptalah swasembada pertanian jagung yang mendukung program ketahanan pangan Bapak Presiden," ujarnya.


Nanang menilai Jawa Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian. Menurutnya, pengembangan teknologi perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan di masing-masing daerah.


"Jawa Timur ini sangat luar biasa untuk pertanian dan unggulan semua. Setiap kabupaten ini telah membuat riset-riset untuk kontur tanah di wilayahnya masing-masing. Pengembangan melalui riset dan teknologi hasil pertanian ini nantinya akan menghasilkan bibit unggul dan hasil panen yang maksimal," jelasnya.


Kapolda Jatim juga menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam pengembangan pertanian. Regenerasi petani, kata dia, perlu dilakukan dengan memberikan ruang bagi anak muda untuk berinovasi melalui riset dan teknologi.


Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut produksi jagung di daerahnya saat ini mengalami surplus. Dari total produksi sekitar 260 ribu ton per tahun, kebutuhan konsumsi Banyuwangi hanya sekitar 80 ribu ton.


"Banyuwangi ini mengalami surplus 180 ribu ton dari total 260.000 ton jagung yang dihasilkan. Total konsumsi tahunan hanya 80.000 ton. Bagi kita ini bukan berhenti produksi, namun kita tetap melakukan peningkatan hasil pertanian tanaman jagung," kata Ipuk.


Ipuk menyambut baik pengembangan riset dan teknologi pertanian jagung di Banyuwangi. Dia berharap produksi jagung Banyuwangi nantinya dapat memberikan kontribusi untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.


"Kita setuju jika di Banyuwangi ada pengembangan ataupun riset dan teknologi pertanian jagung. Kita berharap Banyuwangi bisa memberikan kontribusi pada hasil pertanian tanaman jagung untuk daerah lain," ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, lanjut Ipuk, siap memberikan dukungan berupa fasilitas, kebijakan, hingga penyediaan lahan untuk mendukung pengembangan program tersebut.


Dalam kegiatan itu turut hadir jajaran PJU Polda Jatim, Ketua HKTI Jawa Timur Arum Sabil, Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan, serta jajaran terkait. (ep)