Kebakaran Lahan Kosong di Tegaldlimo Banyuwangi Diduga Dipicu Puntung Rokok

1augvyi.jpg Petugas Damkar saat Semprotkan Air ke Lahan yang Terbakar (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kebakaran melanda lahan kosong di tepi jalan kawasan Dusun Wringinasri, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jumat (11/9/2026). Lahan seluas sekitar 30 x 8 meter terbakar dan api sempat merambat ke pohon kelapa di sekitar lokasi.


Kebakaran diketahui sekitar pukul 12.50 WIB oleh Muhammad Tamami (47), warga yang sedang melintas. Melihat kepulan asap dan api yang semakin membesar, Tamami kemudian menghubungi petugas Damkarmat Banyuwangi.


Sebelum petugas tiba, warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, kobaran api semakin sulit dikendalikan karena kondisi lahan yang dipenuhi material mudah terbakar, ditambah cuaca panas dan angin yang cukup kencang.


Tim Damkarmat sektor Bangorejo tiba di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.40 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang tersisa.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan dugaan sementara sumber api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.


"Dugaan sementara dari puntung rokok. Karena di lokasi tidak ditemukan aktivitas pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang bisa menjadi sumber api."


Edy menjelaskan kondisi lahan yang kering membuat puntung rokok yang masih menyimpan bara berpotensi memicu kebakaran. Api kemudian dapat dengan cepat merambat karena terdapat material yang mudah terbakar di sekitar lokasi.


"Cuacanya juga sangat panas, kemudian ada tiupan angin. Kondisi seperti ini membuat api yang awalnya kecil bisa cepat membesar dan menjalar ke area sekitarnya."


Menurut Edy, kobaran api juga sempat merambat ke pohon kelapa yang berada di area lahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari kawasan yang terdapat aktivitas masyarakat.


"Api sempat menjalar ke pohon kelapa. Jadi kalau tidak segera ditangani, dikhawatirkan bisa meluas. Apalagi angin cukup kencang dan material di lahan dalam kondisi kering."


Edy mengapresiasi warga yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada Damkarmat. Kecepatan laporan dinilai penting agar petugas bisa segera melakukan penanganan sebelum api meluas.


"Kami mengimbau masyarakat kalau melihat ada asap atau api sekecil apa pun, segera laporkan. Jangan menunggu api membesar karena semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat juga penanganannya."


Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di lahan kosong, area rerumputan kering, maupun kawasan yang memiliki banyak material mudah terbakar.


"Puntung rokok jangan dianggap sepele. Meskipun kelihatannya sudah mati, bisa saja masih ada bara yang kemudian menyulut rumput atau bahan kering di sekitarnya."


Edy menambahkan kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan karena kondisi cuaca panas dan lingkungan yang kering dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran lahan.


"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran sembarangan dan jangan membuang sesuatu yang bisa menjadi sumber api."


Dalam penanganan kebakaran tersebut, tiga personel Damkarmat sektor Bangorejo dan relawan diterjunkan. Petugas juga mendapat dukungan dari Babinsa Wringinpitu, perangkat desa, serta warga sekitar.


Setelah api dipastikan padam dan lokasi dinyatakan aman, petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 14.50 WIB.


Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penanganan dan penyelidikan, dengan dugaan awal berasal dari puntung rokok. (ep)