Hari Ketiga, Korban Kapal Nelayan Terbalik di Grajagan Belum Ditemukan

1aji.jpg Tim SAR Gabungan Melakukan Pencarian Korban Kapal Nelayan Terbalik di Grajagan, Banyuwangi (Foto: Basarnas/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang dalam kecelakaan kapal nelayan terbalik di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Rabu (22/07/2026). Memasuki hari ketiga operasi, korban belum juga ditemukan.


Operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WIB diawali dengan briefing seluruh personel gabungan. Tim kemudian dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.


SRU 1 melakukan penyisiran di atas permukaan laut menggunakan Rubber Boat Basarnas dan perahu nelayan. SRU 2 menyisir sepanjang bibir Pantai Grajagan, sedangkan SRU 3 melakukan pencarian dari udara menggunakan pesawat latih Cessna C172 SP.


Namun hingga debriefing pada pukul 17.00 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Satu korban masih dinyatakan hilang dan operasi SAR akan dilanjutkan pada Kamis (23/7/2026).


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan seluruh unsur SAR telah mengoptimalkan pencarian melalui jalur laut, darat, hingga udara.


"Pada hari ketiga operasi SAR, seluruh unsur telah berupaya maksimal melalui penyisiran laut, pantai, hingga pencarian udara. Hingga sore hari hasil pencarian masih nihil. Operasi akan kami lanjutkan besok dengan evaluasi hasil pencarian hari ini serta mengoptimalkan koordinasi dan seluruh sumber daya yang tersedia. Kami berharap korban segera ditemukan agar dapat diserahkan kepada pihak keluarga," kata Oka Astawa.


Berdasarkan data sementara, insiden kapal nelayan terbalik tersebut mengakibatkan empat orang menjadi korban. Tiga di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Purnomo (40), warga Desa Tegaldlimo, Junairi (46), warga Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, dan Sutris (34), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Cluring.


Sementara satu korban yang hingga kini masih dalam pencarian adalah Lukman (25), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo.


Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi bersama Pos AL Grajagan, Koramil dan Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Dinas Pemadam Kebakaran Banyuwangi, Dinas Perikanan, Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi, BPBD Jawa Timur, Pemerintah Desa Grajagan, Mapala SAR Tangi, serta nelayan setempat.


Selama proses pencarian, cuaca dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter dan kecepatan angin sekitar 7-9 km/jam. Kondisi tersebut dinilai cukup mendukung pelaksanaan operasi SAR dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan. (ep)