Iseng Pakai Cincin Monel Milik Teman, Jari Siswa SMP di Tegalsari Bengkak hingga Minta Bantuan Damkar

1abyb.jpg Petugas Damkarmat Bantu Siswa SMP yang Tersangkut Cincin (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Gara-gara iseng mencoba cincin milik temannya, seorang siswa SMP di Banyuwangi harus meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar). Cincin berbahan monel yang terpasang di jari tengah tangan kirinya tersangkut dan sulit dilepaskan hingga membuat jarinya membengkak, Jumat (05/11/2026).


Siswa tersebut diketahui bernama Aksay Maulana, pelajar kelas 7 SMP Negeri 1 Tegalsari. Karena cincin tak kunjung bisa dilepas, sementara rasa sakit semakin terasa, Aksay akhirnya mendatangi petugas Damkarmat Sektor Genteng untuk meminta pertolongan.


Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, mengatakan awalnya Aksay hanya mencoba mengenakan cincin milik temannya. Namun, setelah terpasang, cincin tersebut justru tersangkut di jari tengah tangan kirinya.


"Awalnya hanya iseng memasang cincin milik temannya. Cincin berbahan monel itu ternyata tersangkut dan tidak bisa dilepas," ujar Sutikno.


Menurutnya, kondisi jari Aksay semakin membengkak. Siswa tersebut bahkan mulai merintih kesakitan karena cincin terus menjepit bagian jarinya.


Sebelum mendatangi Damkar, upaya melepaskan cincin sempat dilakukan secara mandiri dengan mengoleskan minyak kayu putih. Namun, cara tersebut tidak berhasil sehingga Aksay akhirnya mencari bantuan petugas.


"Jarinya sudah mulai bengkak dan dia kesakitan. Sempat dicoba menggunakan minyak kayu putih, tetapi cincin tetap tidak bisa dilepas. Akhirnya dia datang ke kami untuk meminta bantuan," jelasnya.


Petugas kemudian melakukan penanganan dengan sangat hati-hati. Mengingat cincin sudah menjepit jari yang membengkak, petugas memilih menggunakan gerinda mini untuk memotong bagian logam tersebut.


Proses pemotongan dilakukan secara perlahan. Petugas juga terus memberikan air pada bagian cincin dan jari untuk mengurangi panas akibat gesekan antara mata gerinda dengan bahan logam.


"Penggunaan gerinda harus ekstra hati-hati. Kami juga memberikan air selama proses pemotongan untuk menghindari panas akibat gesekan alat dengan cincin, sehingga jari korban tetap aman," terang Sutikno.


Setelah sekitar 10 menit dilakukan penanganan, cincin monel tersebut akhirnya berhasil dilepaskan. Aksay pun terbebas dari cincin yang sebelumnya menjepit jari tengah tangan kirinya.


"Tidak ada luka maupun goresan pada jari. Cincin behasil kita lepaskan," ujarnya.


Sutikno mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan melepas benda yang tersangkut pada bagian tubuh, terlebih jika sudah menimbulkan pembengkakan atau rasa sakit. Penanganan yang tidak tepat justru berisiko menyebabkan luka. (ep)