Latihan Bersama Garuda Shakti 2026 TNI AD dan Indian Army (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dan Indian Army menguji kemampuan tempur di kawasan hutan Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Selama tiga hari tiga malam, kedua pasukan menjalani serangkaian materi latihan perang hutan dalam Latihan Bersama (Latma) Garuda Shakti 2026.
Medan hutan di kawasan lereng Ijen tersebut menjadi arena untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis prajurit. Berbagai simulasi diberikan, mulai dari patroli, penjejakan untuk mencari keberadaan musuh, menghadapi kontak tembak, hingga penanganan dan evakuasi korban di medan operasi.
Komandan Batalyon (Danyon) 515/UTY Kostrad, Letkol Inf Edy Pramono mengatakan, latihan perang hutan tersebut berlangsung selama tiga hari tiga malam dengan sejumlah materi yang dirancang sesuai karakteristik medan.
"Selama tiga hari tiga malam kita melaksanakan latihan perang hutan. Di sana diberikan beberapa materi, mulai dari patroli, treking atau mencari keberadaan musuh, kemudian mengatasi kontak tembak dengan musuh, dilanjutkan simulasi korban hingga mengevakuasi korban," kata Edy, Kamis (05/11/2026).
Tak hanya melalui jalur darat, prajurit juga mendapatkan materi memasuki sasaran melalui jalur udara dengan dukungan helikopter. Teknik penerjunan atau penurunan prajurit dari helikopter menjadi bagian dari skenario latihan.
Edy menjelaskan, kawasan Pakel Komplek dipilih karena memiliki karakter medan yang sesuai dengan tema latihan perang hutan. Selain itu, lokasinya relatif dekat dengan markas Batalyon 515 sehingga mobilisasi pasukan dapat dilakukan lebih mudah.
"Selain dekat dengan markas Batalyon 515, perjalanan menuju lokasi latihan bisa ditempuh sekitar 25 menit. Medan latihan juga sesuai dengan tema kita, yakni perang hutan," jelasnya.
Kondisi alam di kawasan tersebut dinilai cukup representatif untuk latihan militer. Kerapatan vegetasi yang beragam, perbukitan, lembah sempit, aliran sungai, hingga celah-celah medan menjadi tantangan tersendiri bagi prajurit.
Dalam latihan ini, prajurit menggunakan sejumlah alutsista berupa senjata ringan. Dukungan transportasi udara juga disiapkan menggunakan helikopter. Sementara untuk materi menembak, latihan menggunakan dua jenis amunisi, yakni amunisi tajam untuk latihan menembak senjata ringan dan sniper serta amunisi hampa sesuai indeks perorangan.
Menurut Edy, latihan bersama tersebut bukan sekadar meningkatkan kemampuan bertempur. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi prajurit kedua negara untuk saling mengenal dan mempererat hubungan persahabatan.
"Latihan ini unik untuk meningkatkan profesionalisme kita sebagai prajurit, mengasah kemampuan teknis dan taktis. Tapi yang paling penting adalah menjalin persahabatan kita dengan tentara India," ungkapnya.
Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah Tactical Combat Casualty Care (TCCC), yakni kemampuan memberikan penanganan medis darurat kepada prajurit yang mengalami cedera di medan operasi.
Edy menyebut, materi tersebut sangat penting karena jatuhnya korban dalam pertempuran tidak selalu disebabkan serangan langsung dari pihak musuh. Cedera yang tidak ditangani dengan benar atau keterlambatan evakuasi medis juga berpotensi mengakibatkan kematian.
"Kadang dalam suatu pertempuran maupun perang, korban yang gugur di daerah operasi bukan karena tindakan langsung dari musuh. Ada prajurit yang tertembak di paha, tangan, maupun bahu, tetapi meninggal karena kesalahan penanganan awal atau keterlambatan dalam melaksanakan evakuasi medis," paparnya.
Karena itu, setiap prajurit perlu memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat ketika rekan satu tim mengalami cedera. Penanganan awal yang benar diharapkan dapat menekan risiko kondisi korban semakin memburuk sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
"Materi ini sangat penting. Jika terjadi korban dari pihak kita sendiri, penanganan yang cepat dan tepat bisa meminimalisir risiko. Termasuk mengurangi kemungkinan terjadinya cacat permanen maupun kematian," pungkas Edy. (ep)

