Petugas Tim LPJU Dinas PUCKPP Kabupaten Banyuwangi saat Lakukan Perbaikan Lampu (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PUCKPP) Kabupaten Banyuwangi bergerak menindaklanjuti laporan lampu penerangan jalan umum (LPJU) padam di wilayah Kecamatan Genteng.
Sejumlah LPJU dilaporkan tidak berfungsi pada Kamis (5/11/2026) malam. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa ruas jalan gelap sehingga pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas.
Kepala Dinas PUCKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, melalui Kepala Bidang Penataan Ruang, Suyatno, mengatakan tim LPJU langsung melakukan survei setelah menerima laporan masyarakat. Petugas juga disiapkan untuk melakukan perbaikan di lokasi.
"Tim LPJU hari ini sudah men-mensurvei dan langsung melaksanakan apa yang menjadi keluhan masyarakat. InsyaAllah kami upayakan tidak lebih dari 2x24 jam," ujar Suyatno kepada BWI24Jam, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, laporan kerusakan LPJU yang masuk melalui call center maupun media sosial direkap setiap pagi. Selanjutnya, petugas diarahkan untuk melakukan pengecekan dan pemeliharaan.
"Kami memastikan laporan dari call center maupun medsos yang ada, setiap pagi kami rekap dan teman-teman saya perintahkan untuk segera melaksanakan pemeliharaan," tegasnya.
Selain di Genteng, tim LPJU juga melakukan perbaikan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Srono, Kabat, Giri, Jalan Letjen S. Parman, serta Glagah dan Kalipuro. Penanganan di kawasan Glagah dan Kemiren juga dilakukan untuk mendukung persiapan gelaran Kopi Sepuluh Ewu.
Berdasarkan data Dinas PUCKPP, terdapat lebih dari 43.000 titik LPJU yang tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi, mencakup ruas jalan kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Ditambahkan oleh Sub Koordinator, Mulyadi, mengatakan bahwa penanganan di lapangan masih menghadapi keterbatasan personel dan armada. Saat ini, tersedia lima armada yang terdiri dari empat mobil truk dan satu mobil Tosa, dengan masing-masing armada diisi dua petugas.
"Kita kalau di lapangan itu harusnya minimal tiga. Satu di mobil, satu di atas (memperbaiki), dan satu untuk pengamanan jalan. Minimal tiga saja," terang Mulyadi.
Selain keterbatasan personel, ketersediaan bahan pengganti juga memengaruhi kecepatan perbaikan. Jika stok material tidak tersedia, petugas membutuhkan waktu tambahan untuk proses pengadaan.
Dengan pemeliharaan rutin dan tindak lanjut terhadap laporan masyarakat, Dinas PUCKPP Banyuwangi terus berupaya menjaga fungsi penerangan jalan umum di berbagai wilayah. Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik-titik yang mengalami kerusakan. (rq)

