Banyuwangi Catat 1.015 Anak Diduga Keracunan MBG, Beberapa Bulan Terakhir Nihil Insiden

1sasun.jpg Kepala Dinkes Banyuwangi saat Pemaparan pada Kegiatan Koordinasi Bersama SPPI dan Mitra MBG (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Data mengenai kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi mencatat sebanyak 1.015 anak terdampak. Data tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah kejadian yang pernah terjadi sejak awal pelaksanaan program MBG di Banyuwangi.


Berdasarkan data yang ditampilkan dalam pemaparan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi pada kegiatan koordinasi Pemkab Banyuwangi, SPPI dan Mitra MBG di Aston Banyuwangi, Rabu (16/09/2026), jumlah tersebut tersebar di tiga lokasi. Rinciannya, 472 anak dari MAN 1 Banyuwangi, 410 anak di wilayah Licin, dan 133 anak di Kelir.


Data tersebut menjadi catatan dalam evaluasi keamanan pangan program MBG di Banyuwangi. Dalam pemaparan itu juga disebutkan bahwa risiko keamanan pangan bukan sekadar persoalan teoritis karena Banyuwangi sebelumnya pernah mengalami kejadian yang berdampak langsung terhadap lebih dari seribu anak.


Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, sejak awal pelaksanaan MBG terdapat tiga kejadian yang pernah terjadi di Banyuwangi. Namun, kondisi dalam beberapa bulan terakhir disebut relatif aman tanpa kejadian serupa.


"Ya, dari awal MBG. Ada tiga kali kejadian di Banyuwangi yang sudah lewat, tapi kita bersyukur dalam beberapa bulan terakhir ini aman. Maka ini menjadi pelajaran penting, satu kejadian di berbagai daerah di beberapa minggu terakhir dan juga sudah pernah terjadi di Banyuwangi. Nah, yang seperti ini supaya saling mengingatkan," kata Amir.


Menurut Amir, evaluasi tersebut juga mencakup aspek sarana dan prasarana pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk pengelolaan sampah, limbah, serta aspek higiene dan sanitasi. Dinkes menilai sejumlah aspek tersebut membutuhkan dukungan dan koordinasi antara pengelola SPPG dengan mitra.


Selain keamanan pangan, kualitas gizi dan ketepatan proses juga menjadi perhatian. Dinkes kembali menekankan prinsip tujuh tepat MBG Banyuwangi, yakni tepat bahan, tepat pengolahan, tepat kebersihan, tepat suhu, tepat respons, tepat distribusi, dan tepat waktu.


Amir menegaskan, kondisi di Banyuwangi dalam beberapa bulan terakhir tidak menunjukkan adanya kejadian serupa. Koordinasi dan evaluasi dilakukan sebagai langkah untuk memastikan aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG tetap menjadi perhatian.


"Alhamdulillah aman. Koordinasi ini penting terutama mengingatkan di berbagai daerah terjadi supaya tidak terjadi lagi di Banyuwangi. Intinya seperti itu." tegasnya.


Dengan demikian, angka 1.015 anak dalam data tersebut merujuk pada akumulasi dari tiga kejadian yang telah berlangsung sebelumnya, bukan laporan kejadian baru dalam beberapa bulan terakhir. (rq)