Kondisi Sepeda Motor Usai Kecelakaan dan Detik-detik Tangkapan Layar Sebelum Tertemper (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, JEMBER - Kereta Api Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung mengalami insiden temperan dengan sepeda motor di wilayah Kabupaten Jember, Rabu (13/05/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi di pintu perlintasan JPL 205 petak jalan Kotok (KTK)–Arjasa (AJ) sekitar pukul 17.00 WIB.
Insiden melibatkan KA PLB 7046A (Sangkuriang) dengan sepeda motor Honda BeAt yang dikendarai korban berinisial REE (24). Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan meninggal dunia.
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan berdasarkan laporan di lapangan, sepeda motor diketahui melaju dari arah selatan menuju perlintasan sebidang kereta api.
“Masinis KA PLB 7046A (Sangkuriang) sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, kejadian temperan tidak dapat dihindarkan,” ujar Cahyo kepada BWI24Jam, Kamis (14/05/2026)
Akibat insiden tersebut, KA Sangkuriang sempat berhenti luar biasa untuk dilakukan pemeriksaan sarana. Setelah dilakukan pengecekan, kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan. Seluruh petugas kereta api dan penumpang dilaporkan dalam kondisi selamat.
Dilansir dari berbagai sumber, meski pintu perlintasan di lokasi tersebut telah dibangun secara fisik, hingga kini belum ada petugas resmi yang berjaga. Kondisi itu disebut karena proses seleksi petugas penjaga perlintasan masih berlangsung di Dinas Perhubungan.
PT KAI Daop 9 Jember menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.
“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang. Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru. Kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang. Disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” tutup Cahyo. (rq)

