Buffer Zone di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada Musim Mudik Lebaran 2026 (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Kemacetan horor yang melanda Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai mendapatkan penanganan ekstra dari pihak otoritas pelabuhan. Guna memangkas antrean yang sempat mencapai puluhan kilometer, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan pola operasional khusus di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Langkah yang diambil yakni menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di sejumlah dermaga di Pelabuhan Ketapang. Skema ini membuat kapal yang datang dari Bali hanya menurunkan kendaraan di Ketapang, lalu langsung kembali ke Gilimanuk tanpa memuat kendaraan dari Jawa.
General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurnianjah, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan guna mengurai antrean panjang di Gilimanuk.
“Untuk mengurai kemacetan di Gilimanuk, kami menerapkan empat dermaga dengan pola bongkar berangkat atau TBB di Ketapang,” kata Arief, Selasa (17/03/2026).
Empat dermaga yang digunakan untuk pola tersebut yakni Dermaga 2, Dermaga 4, Dermaga LCM, dan Dermaga Bulusan.
“Jadi kapal yang datang dari Gilimanuk hanya bongkar muatan di Ketapang, setelah itu langsung kembali ke Gilimanuk dalam kondisi kosong untuk mengambil antrean kendaraan di sana,” jelasnya.
Arief menambahkan, saat ini total terdapat 16 kapal yang dioperasikan khusus dengan skema TBB guna mempercepat pengosongan antrean di Bali.
“Ada sekitar 16 kapal yang kami operasikan dengan sistem TBB ini. Kebijakan tersebut sudah mulai diberlakukan sejak Minggu malam,” ujarnya.
Menurut Arief, strategi ini mulai menunjukkan hasil. Antrean kendaraan di Gilimanuk yang sebelumnya mencapai sekitar 35 kilometer kini mulai berkurang secara bertahap.
“Harapannya tentu untuk menurunkan ekor antrean di Gilimanuk. Update terakhir, antrean yang sempat mencapai sekitar 35 kilometer kini sudah turun menjadi sekitar 18 kilometer,” terangnya.
Meski begitu, Arief mengakui penerapan pola TBB berdampak pada peningkatan antrean kendaraan dari arah Jawa menuju Bali di Pelabuhan Ketapang.
“Memang dengan diberlakukannya empat dermaga TBB dan dua dermaga reguler, terjadi peningkatan antrean di Ketapang. Namun langkah ini kami prioritaskan untuk mengurai kemacetan di Gilimanuk terlebih dahulu,” ungkapnya.
Pihak ASDP juga terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan di Selat Bali.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPTD, Dirjen Hubdar, serta KSOP untuk melakukan penyesuaian operasional dermaga apabila diperlukan. Jadi penerapan TBB ini bersifat fleksibel sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya. (ep)

