BPBD Banyuwangi Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kemarau (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Musim kemarau mulai berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Banyuwangi. Berkurangnya debit sumber air membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih kepada warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan dropping air bersih, BPBD Banyuwangi bersama Perumdam Banyuwangi dan Bank Jatim masih mendistribusikan bantuan ke sejumlah titik terdampak, di antaranya Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, serta Dusun Sendangrejo dan Dusun Kebonrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo.
Agen Informasi Bencana BPBD Jawa Timur, Ismanto, mengatakan hingga saat ini distribusi air bersih masih terus dilakukan karena kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak masih cukup tinggi.
"Hari ini sudah memasuki hari ketiga dropping air bersih. Penyaluran masih kami lakukan di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kemudian Dusun Sendangrejo dan Dusun Kebonrejo, Desa Kebondalem. Sampai saat ini kegiatan masih terus berlanjut," kata Ismanto, Sabtu (01/08/2026).
Menurutnya, seluruh lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil asesmen di lapangan yang menunjukkan mulai berkurangnya ketersediaan air bersih bagi warga.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Ketika ada laporan masyarakat mengalami kesulitan air bersih, tim langsung melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan dan menentukan prioritas penyaluran bantuan," ujarnya.
Selain menyalurkan air bersih, petugas BPBD juga melakukan pemeriksaan terhadap sarana penampungan air agar distribusi berjalan efektif.
"Kami terus melakukan pengecekan terhadap keberadaan dan kelayakan tandon-tandon penampungan air. Jangan sampai bantuan sudah datang, tetapi tempat penampungannya tidak layak atau volumenya tidak mencukupi. Itu juga menjadi perhatian kami di lapangan," jelas Ismanto.
Ia menambahkan, monitoring akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. BPBD juga membuka kemungkinan penambahan titik distribusi apabila ditemukan wilayah lain yang mengalami krisis air bersih.
"Kami akan terus melakukan pemantauan. Jika nanti ada desa atau dusun lain yang mulai mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai hasil asesmen di lapangan," tegasnya.
Ismanto turut mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bantuan air bersih secara bijaksana mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
"Kami berharap masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Semoga kondisi ini segera membaik, namun selama masih ada warga yang membutuhkan, BPBD bersama seluruh pihak terkait akan terus berupaya menyalurkan bantuan air bersih," pungkasnya.
Dropping air bersih ini merupakan bagian dari upaya BPBD Banyuwangi dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau. Selain menyalurkan bantuan, petugas juga terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi bertambahnya wilayah terdampak kekeringan sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. (ep)

