KKN UNTAG Banyuwangi Latih Warga Desa Bubuk Ubah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

20260729_122837.jpg KKN Kelompok 7 UNTAG Banyuwangi Gelar Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Banyuwangi menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (17/07/2026) lalu. Kegiatan tersebut bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus mengenalkan produk bernilai ekonomi dari limbah rumah tangga.


Pelatihan diikuti ibu rumah tangga, kader PKK, dan warga yang memiliki minat terhadap pengelolaan limbah serta pengembangan usaha rumahan. Program ini menjadi bagian dari upaya penerapan konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan kembali.


Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan yang berpotensi menyumbat saluran air serta mencemari tanah dan perairan. Setelah itu, peserta mengikuti praktik pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan aroma dan pewarna, hingga pencetakan dan pendinginan.


Salah satu peserta sekaligus kader PKK, Ima, mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut.


“Acara ini sangat membantu kami, dirumah saya banyak minyak jelantah ternyata bisa dimanfaatkan menjadi lilin aromaterapi yang punya nilai jual,” ujar Ima.


Ketua pelaksana dari Tim KKN Kelompok 07 UNTAG Banyuwangi, Eka Tya S.R., menjelaskan bahwa lilin aromaterapi hasil olahan minyak jelantah memiliki berbagai manfaat dan dapat dikembangkan sebagai usaha skala rumah tangga.


Ia menyebut, selain berfungsi sebagai penerangan, lilin aromaterapi juga memberikan efek relaksasi yang dapat membantu meredakan stres. Proses pembuatannya pun relatif sederhana dengan kebutuhan modal yang tidak besar.


Berdasarkan hasil kegiatan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah minyak jelantah. Seluruh peserta mampu menghasilkan lilin aromaterapi yang layak digunakan dan memiliki nilai estetika.


Kepala Desa Bubuk, H. Panhari, menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.


“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNTAG Banyuwangi yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga keterampilan nyata yang bisa langsung diterapkan warga. Semoga ke depannya bisa berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak,” kata H. Panhari.


Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Kelompok 07 UNTAG Banyuwangi berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus dapat memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi. (sf)