Tangkapan Layar Rekaman Video Usai Terjadi Kecelakaan yang Libatkan Konvoi Suporter Futsal (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan rombongan konvoi suporter Turnamen Futsal Wabup Cup 2026 terjadi di Jalan Raya Jember, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Sabtu (31/10/2026). Insiden tersebut menyebabkan seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi di sekitar depan El Royale Hotel dan Istana Gandrung. Korban diketahui berboncengan dengan seorang pria menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna putih bernomor polisi DK 3517 ZU. Keduanya disebut berasal dari Bali.
Berdasarkan keterangan seorang warga di sekitar lokasi, sepeda motor yang ditumpangi korban diduga terserempet iring-iringan kendaraan suporter yang melintas. Akibatnya, motor tersebut terjatuh ke badan jalan.
Warga yang berada di lokasi menyebut rombongan kendaraan saat itu melaju dengan kecepatan tinggi. Setelah sepeda motor korban terjatuh, perempuan yang dibonceng diduga terlindas kendaraan lain yang berada dalam iring-iringan tersebut.
"Konvoinya itu memang terlihat ugal-ugalan. Korban yang perempuan kepalanya sempat terlindas juga," ujar Wawan, warga yang mengaku berada di sekitar lokasi kejadian.
Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian warga. Pria yang mengendarai sepeda motor bersama korban terlihat panik dan meminta pertolongan setelah insiden berlangsung.
Korban perempuan kemudian dibawa ke RSI Fatimah Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam laporan awal, korban dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
Menyusul kejadian tersebut, petugas Satlantas Polresta Banyuwangi dilaporkan mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan kecelakaan, mengumpulkan keterangan saksi, serta memeriksa sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan insiden itu.
Salah satu kendaraan yang disebut diamankan dalam laporan awal adalah sepeda motor Yamaha NMax bernomor polisi P 5295 QBT. Namun, keterkaitan kendaraan tersebut dengan kecelakaan maupun dugaan keterlibatan pengendaranya dalam rombongan konvoi masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi kepolisian.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena diduga terjadi di tengah mobilisasi suporter turnamen futsal. Meski demikian, identitas rombongan yang terlibat, kronologi lengkap kecelakaan, serta ada tidaknya pelanggaran lalu lintas masih perlu menunggu hasil penyelidikan petugas.
Dugaan keterlibatan suporter dari sekolah tertentu juga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi awal di lapangan. Karena itu, diperlukan konfirmasi dari kepolisian maupun pihak terkait sebelum menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.
Polisi diharapkan dapat mengungkap secara jelas rangkaian kejadian, termasuk kendaraan yang terlibat dan faktor yang menyebabkan kecelakaan, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan berdasarkan bukti dan keterangan saksi. (ep)

