ODGJ Diduga Mengamuk Bawa Sajam di Gambiran Banyuwangi, Warga Sempat Resah

1atyuv.jpg Pria Diduga ODGJ saat Ditenangkan Petugas dan Warga Sekitar (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Warga Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, sempat dibuat resah oleh seorang pria yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Pria tersebut diduga mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) pada Selasa (6/10) malam.


Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pemerintah setempat agar segera mendapat penanganan. Beruntung, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Pria berinisial B (39) itu akhirnya berhasil ditenangkan setelah dilakukan pendekatan secara persuasif bersama petugas dan tenaga medis.


Staf Trantibum Kecamatan Gambiran, Itnur Sutanto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, B sempat mengamuk pada malam hari hingga menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.


“ODGJ itu mengamuk dengan membawa sajam,” kata Itnur.


Menindaklanjuti laporan warga, pemerintah desa dan kecamatan bersama tenaga medis kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas berupaya menenangkan B dengan pendekatan secara perlahan agar situasi tidak semakin membahayakan.


Itnur menjelaskan, pendekatan dilakukan dengan mengajak B berbincang dan memberinya rokok hingga kondisinya mulai tenang. Setelah itu, tenaga medis memberikan obat penenang untuk membantu mengendalikan kondisinya.


“B berhasil tenang dengan diberi rokok dan diajak ngobrol, kemudian disuntik obat penenang,” ujarnya.


Setelah situasi terkendali, B selanjutnya mendapat penanganan dari tenaga kesehatan. Menurut Itnur, hingga saat ini B masih berada dalam perawatan Puskesmas Jajag.


Dia menyebut, berdasarkan informasi yang diketahuinya, B belum pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Karena itu, pihaknya berharap penanganan medis yang diberikan dapat membantu memperbaiki kondisi B ke depannya.


“Saat ini dia masih di bawah perawatan puskesmas. Semoga ke depannya kondisinya lebih membaik,” pungkasnya.


Pemerintah setempat berharap penanganan yang berkelanjutan dapat membantu menjaga kondisi B sekaligus memastikan keamanan warga di lingkungan sekitarnya. (ep)