Bayi Laki-laki yang Ditemukan saat Dirawat di RSUD Genteng, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kabar baik datang dari bayi laki-laki yang ditemukan terbungkus handuk di depan rumah warga di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Setelah menjalani perawatan di RSUD Genteng, kondisi bayi tersebut kini berangsur membaik.
Bayi yang ditemukan pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 04.20 WIB itu sempat mengalami kedinginan atau hipotermia. Kondisi tersebut membuatnya belum mampu minum dengan baik ketika pertama kali mendapatkan penanganan.
Bayi kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Genteng. Bayi tiba di UGD sekitar pukul 13.29 WIB dan masuk ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) pada pukul 14.45 WIB
Plt Direktur RSUD Genteng dr Sugiyo mengatakan, berdasarkan pemeriksaan medis, bayi tersebut kemungkinan baru saja dilahirkan. Hal itu terlihat dari kondisi tali pusat yang masih menyisakan darah.
"Kalau dari tali pusatnya kemungkinan baru lahir. Darah masih menempel," kata Sugiyo, Selasa (06/10/2026).
Tim medis juga menemukan pembengkakan pada bagian kepala bayi yang diduga berkaitan dengan proses persalinan.
Meski demikian, kondisi bayi terus menunjukkan perkembangan positif selama menjalani perawatan. Salah satu perkembangan yang cukup menggembirakan adalah kemampuan bayi untuk minum secara mandiri.
"Untuk minum sekarang sudah bisa sendiri. Infusnya hari ini juga sudah dilepas," ujarnya.
Sebelumnya, bayi sempat membutuhkan bantuan cairan melalui infus. Namun setelah mendapatkan penanganan dan kondisinya membaik, infus kini sudah tidak lagi diperlukan.
Dari pemeriksaan terakhir, berat badan bayi mencapai sekitar 3 kilogram dengan panjang badan 50 sentimeter.
Dokter masih melakukan pemantauan, terutama terhadap kondisi tali pusat bayi. Sebab, terdapat risiko infeksi atau omfalitis karena belum diketahui alat yang digunakan untuk memotong tali pusat tersebut.
Selain persoalan tali pusat, kondisi bayi secara umum terus dipantau untuk memastikan tidak muncul gangguan kesehatan lanjutan akibat kondisi ketika pertama kali ditemukan.
Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki orang yang meninggalkan bayi tersebut. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi serta mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Petugas juga menyisir enam rumah kos di sekitar lokasi penemuan bayi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencocokkan data penghuni sekaligus mencari kemungkinan adanya penghuni yang baru melahirkan.
Di sisi lain, perhatian masyarakat terhadap bayi tersebut cukup besar. Sejumlah warga menyatakan siap menjadi orang tua asuh.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan juga menyatakan kesediaannya menjadi orang tua asuh sekaligus membantu biaya perawatan bayi. Namun, proses pengasuhan maupun adopsi tetap akan dilakukan melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Untuk saat ini, fokus penanganan masih diarahkan pada pemulihan kondisi bayi hingga benar-benar stabil sebelum nantinya ditentukan langkah berikutnya oleh pihak terkait. (ep)

