Padang Ulanan Kembali Digelar, Pelajar Rogojampi Unjuk Seni Tradisi Banyuwangi

1ayui.jpg Penampilan Pelajar Rogojampi dalam Padang Ulanan Tema Marsan Meras Gandrung (Foto: YT/Dispendik)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Padang Ulanan kembali digelar di Kabupaten Banyuwangi. Memasuki September 2026, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Banyuwangi Attraction 2026 tersebut berlangsung di Kecamatan Rogojampi dengan mengangkat tema “Marsan Meras Gandrung”.


Kegiatan digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Sabtu (26/09/2026).


Padang Ulanan 2026 menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya tradisional yang melibatkan para pelajar. Mulai dari pelajar tingkat SD hingga SMA se-Kecamatan Rogojampi tampil membawakan berbagai kesenian dengan dukungan guru dan kepala sekolah.


Selain para pelajar, sejumlah sanggar tari di wilayah Rogojampi juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kemampuan sekaligus mengenal dan melestarikan seni budaya lokal Banyuwangi.


Salah satu yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah Meras Gandrung, sebuah ritual tradisional masyarakat Banyuwangi yang menandai seorang penari telah menyelesaikan proses belajar dan dinyatakan siap membawakan Tari Gandrung secara utuh di hadapan masyarakat.


Padang Ulanan 2026 diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi dengan dukungan Pemerintah Kecamatan Rogojampi.


Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Hartono, Kasi Peningkatan Mutu, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) SD Dispendik Banyuwangi Erpandi yang mewakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian, Camat Rogojampi Teddy Radiansyah, Dewan Kesenian Blambangan (DKB), serta para kepala desa se-Kecamatan Rogojampi.


Dalam sambutannya, Hartono menyampaikan pesan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi dalam membangun Banyuwangi.


“Dengan tandang bareng serta doanya, alhamdulillah Kabupaten Banyuwangi banyak capaian. Mari ke depan kita teruskan sinergi kolaborasi tandang bareng yang sudah baik ini untuk menuju Banyuwangi yang lebih baik dan sukses,” ujarnya.


Melalui Padang Ulanan, pertunjukan seni budaya tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengenal, mempelajari, dan menampilkan kesenian tradisional Banyuwangi di hadapan publik. (*)