Kepala Desa Sempu, Nanang Santoso Melepas Sempu Carnival 2026 (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Ribuan warga memadati jalur pelaksanaan Sempu Carnival 2026 di Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Sebanyak 33 peserta dari dalam maupun luar Kecamatan Sempu ambil bagian dalam parade budaya yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 RI meski sudah di luar bulan Agustus.
Antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak Kamis sore. Warga berjejer di sepanjang rute yang akan dilalui peserta untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan beragam atraksi yang disuguhkan.
Pawai dimulai dari Dusun Tugung dan berakhir di Dusun Krajan, tepatnya di kawasan perbatasan Desa Sempu dengan Desa Tegalarum. Rombongan peserta mulai diberangkatkan pada Sabtu sore dengan disambut riuh penonton yang memenuhi sisi jalan.
Beragam penampilan menjadi daya tarik utama dalam gelaran tersebut. Selain parade sound system berukuran jumbo, peserta menampilkan kostum dan peragaan budaya dengan tema yang beragam. Mulai dari sejarah Banyuwangi, kisah asal-usul Reog Ponorogo, hingga representasi budaya dari sejumlah negara.
Kepala Desa Sempu, Nanang Santoso, mengatakan Sempu Carnival merupakan bagian dari rangkaian puncak peringatan HUT ke-81 RI di desanya. Kegiatan tersebut juga menjadi agenda tahunan yang disiapkan sebagai hiburan bagi masyarakat.
“Ini adalah ajang tahunan yang sengaja kami gelar untuk menghibur masyarakat. Semoga warga terhibur dengan sajian atraksi yang ditampilkan para peserta,” kata Nanang usai membuka acara, Sabtu (31/10/2026).
Dia menjelaskan, peserta yang terlibat tidak hanya berasal dari Desa Sempu. Sejumlah peserta dari desa lain, bahkan dari luar kecamatan, turut ambil bagian untuk memeriahkan karnaval.
“Tidak hanya dari dalam desa kami, peserta juga datang dari luar desa, bahkan kecamatan lain. Tentunya semua berlomba menyajikan tontonan bagi masyarakat yang hadir di sini,” ujarnya.
Nanang juga menyampaikan permohonan maaf apabila pelaksanaan karnaval menimbulkan dampak bagi sebagian warga, terutama masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur pawai. Pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya.
“Kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan Sempu Carnival kali ini ada masyarakat yang terdampak. Kami terbuka menerima saran dan masukan. Evaluasi ini penting agar agenda berikutnya bisa lebih baik, tertata, dan semakin meriah,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Sempu, Mujito, mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, koordinasi dan kerja sama berbagai unsur menjadi faktor penting agar acara berlangsung tertib, aman, dan lancar.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada segenap panitia, lintas sektor, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” ujar Mujito.
Dia juga mengapresiasi dukungan masyarakat selama kegiatan berlangsung, termasuk kesediaan warga memahami adanya aktivitas tambahan di sejumlah ruas jalan yang dilalui peserta.
Mujito menambahkan, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari kemeriahan parade. Manfaat yang dirasakan masyarakat, termasuk peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), juga menjadi hal penting dalam penyelenggaraan kegiatan semacam ini. (ep)

