Latihan Gandrung Sewu 2026 di Lapangan RTH Maron, Kec. Genteng, Banyuwangi (Foto: Bagir/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Persiapan menuju perhelatan Gandrung Sewu 2026 terus digeber. Para penari dari wilayah Dapil D Banyuwangi mulai mematangkan gerakan dan konfigurasi sebelum mengikuti latihan gabungan dengan seluruh kelompok penari.
Dapil D mencakup enam kecamatan, yakni Genteng, Sempu, Tegalsari, Glenmore, Kalibaru, dan Gambiran. Salah satu latihan gabungan digelar di Lapangan RTH Maron, Kecamatan Genteng, Rabu (23/09/2026).
Pelatih Gandrung Sewu, Festi, mengatakan latihan saat ini difokuskan untuk menyatukan gerakan para penari dari masing-masing wilayah. Para penari sebelumnya telah mendapatkan materi gerakan yang kemudian terus diasah dalam latihan di daerah masing-masing.
"Alhamdulillah anak-anak cepat sekali dalam mengonfigurasi gerakan per gerakan," kata Festi.
Menurut Festi, kemampuan para penari dalam menangkap materi gerakan cukup baik. Hal itu membuat proses penyatuan gerakan di tingkat kelompok dapat dilakukan secara bertahap.
"Ini nanti latihan gabungan insyaallah sudah bisa padu hingga gerakan ending," ujarnya.
Festi menjelaskan, latihan gabungan menjadi tahapan penting sebelum para penari masuk ke proses latihan dengan skala yang lebih besar. Dalam latihan tersebut, setiap kelompok tidak hanya dituntut menguasai gerakan masing-masing, tetapi juga harus mampu mengikuti perpindahan formasi secara seragam.
"Anak-anak ini terus kita latih supaya gerakannya bisa sama. Jadi bukan hanya hafal gerakan, tetapi ketika masuk konfigurasi harus bisa mengikuti perpindahan dengan kompak," jelasnya.
Ia menyebut latihan di Lapangan Maron menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan materi yang sudah diberikan kepada para penari dapat diterapkan secara bersama-sama.
"Kita matangkan dulu gerakan per gerakan. Setelah itu baru disatukan dalam konfigurasi, sehingga nanti ketika latihan gabungan tidak terlalu kesulitan," tutur Festi.
Latihan selanjutnya untuk wilayah Dapil D dijadwalkan berlangsung di Kalibaru pada 29 September 2026. Latihan tersebut diharapkan semakin memperkuat kekompakan penari dari enam kecamatan yang tergabung dalam wilayah tersebut.
"Harapannya nanti saat gabungan di Kalibaru, anak-anak sudah lebih siap. Gerakan yang sudah dipelajari bisa langsung dipadukan dengan kelompok lainnya," kata Festi.
Persiapan Gandrung Sewu 2026 sebelumnya diawali dengan proses seleksi penari yang dilakukan secara bergilir di berbagai wilayah Banyuwangi. Seleksi tersebut menjadi tahap awal untuk menjaring lebih dari 1.000 penari yang akan tampil dalam pertunjukan kolosal di Pantai Marina Boom pada 24 Oktober 2026.
Setelah seleksi, proses berlanjut dengan workshop untuk mematangkan ragam gerak, pola, dan konfigurasi tari. Workshop tersebut diikuti perwakilan kelompok penari sebagai tahap awal sebelum materi diterapkan kepada kelompok dalam jumlah lebih besar.
Pola latihan tersebut membuat para penari tidak hanya dituntut menguasai gerakan secara individu. Mereka juga harus mampu menjaga ketepatan formasi ketika tampil bersama dalam jumlah besar.
Festi mengatakan proses tersebut terus dilakukan secara bertahap agar para penari dari enam kecamatan di Dapil D dapat tampil semakin kompak.
"Yang paling penting sekarang anak-anak menguasai gerakannya dulu. Setelah itu konfigurasi dan kekompakan yang kita kejar," ungkapnya.
"Kalau gerakan per gerakan sudah cepat dikuasai, insyaallah untuk gabungan akan lebih mudah," imbuh Festi.
Gandrung Sewu 2026 mengusung tema "Kembang Dermo". Tema tersebut telah menjadi bagian dari proses kreatif sejak awal persiapan, termasuk melalui ziarah leluhur yang dilakukan tim kreatif dan seniman Banyuwangi.
Dengan latihan yang terus berlangsung di berbagai wilayah, para penari kini mulai diarahkan menuju satu kesatuan koreografi untuk tampil dalam pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 pada 24 Oktober mendatang. (ep)

