Padang Ulanan di Genteng Jadi Panggung Kreativitas Pelajar, Dispendik Banyuwangi Tekankan Pendidikan Karakter

118.jpg Padang Ulanan Tema Layar Kumendung di RTH Maron, Kec. Genteng, Banyuwangi (Foto: Bagir/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Festival Padang Ulanan kembali menjadi ruang bagi pelajar Banyuwangi untuk menunjukkan bakat dan kreativitas di bidang seni budaya. Kali ini, kegiatan tersebut berlangsung di RTH Maron, Kecamatan Genteng dengan melibatkan pelajar untuk menampilkan beragam potensi seni yang mereka miliki, Sabtu (31/10/2026). Bertema Layar Kumendung.


Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, Padang Ulanan merupakan salah satu bentuk fasilitasi pemerintah daerah agar anak-anak memiliki ruang untuk menyalurkan minat dan bakat, khususnya di bidang seni.


“Padang Ulanan adalah cara pemerintah kabupaten memfasilitasi pelajar Banyuwangi dalam menyalurkan bakat seni mereka. Saya mengapresiasi kinerja Dispar dan pemerintah Kecamatan Genteng yang telah mewadahi kreativitas para pelajar,” ujarnya setelah membuka acara 


Alfian menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni. Festival ini juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan budaya daerah.


Menurutnya, pendidikan anak tidak semestinya hanya berorientasi pada capaian akademik. Penguatan karakter, keberanian tampil, serta kemampuan menghargai orang lain juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.


“Sesuai arahan Bupati, kita jangan hanya fokus pada bidang akademik saja. Tugas berat kita juga menguatkan karakter anak-anak. Dari acara ini diharapkan tumbuh keberanian mereka untuk tampil sekaligus belajar saling menghargai satu sama lain,” jelasnya.


Alfian berharap pengalaman yang diperoleh pelajar selama mengikuti festival tidak berhenti ketika acara selesai. Nilai-nilai pelestarian budaya diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.


“Kami berharap anak-anak belajar melestarikan budaya tidak hanya saat festival saja. Namun, bisa diimplementasikan setiap minggu di satuan pendidikan masing-masing,” imbuhnya.


Padang Ulanan sendiri telah menjadi salah satu agenda seni budaya yang memberi ruang bagi pelajar Banyuwangi untuk tampil di panggung terbuka. Pada Mei 2024, festival serupa pernah digelar di RTH Maron, Genteng, dengan melibatkan ratusan pelajar mulai PAUD hingga SMA. Mereka menampilkan beragam kesenian, mulai tari Gandrung, Jaran Goyang, Seblang Lukinto, pantomim hingga jaranan.


Pada 2025, festival tersebut juga kembali digelar secara bergiliran di sejumlah kecamatan. Kegiatan ini melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan dengan sajian kesenian tradisional dan ekspresi budaya lokal.


Melalui penyelenggaraan yang berkelanjutan, Padang Ulanan diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari proses regenerasi pelaku seni dan upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Banyuwangi sejak usia sekolah. (ep)