Polisi Melakukan Olah TKP Kecelakaan di Jalan Desa Kradenan, Kec. Purwoharjo (Foto: Satlantas/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Purwoharjo, tepatnya di depan Masjid Hasyim Ashari, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Sabtu (27/06/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Seorang pelajar berusia 15 tahun meninggal dunia usai sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah mobil Kia Pregio dari arah berlawanan.
Korban diketahui berasal dari Desa Tampo, Kecamatan Cluring, berinisial E (15). Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernopol P-2118-XXX. Korban mengalami luka berat dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Puskesmas Benculuk.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di lokasi, korban diduga berusaha mendahului dua kendaraan yang berada di depannya dengan mengambil jalur kanan.
"Korban diduga mengambil jalur kanan untuk mendahului dua kendaraan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju mobil Kia Pregio sehingga tabrakan tidak dapat dihindari karena jaraknya sudah terlalu dekat," ujar Tri.
Mobil Kia Pregio bernopol yang dikemudikan ASPD (24), warga Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, tidak sempat menghindar. Benturan keras pun terjadi di badan jalan.
Akibat tabrakan tersebut, korban mengalami luka berat. Warga bersama petugas kemudian mengevakuasi korban menuju Puskesmas Benculuk. Namun, nyawa pelajar tersebut tidak dapat diselamatkan.
"Korban mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Benculuk. Sementara pengemudi mobil dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka," kata Tri.
Petugas Satlantas Polresta Banyuwangi langsung melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi menduga kecelakaan dipicu saat korban nekat mendahului dua kendaraan di depannya hingga masuk ke jalur berlawanan.
Tri mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika hendak mendahului kendaraan lain.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum mendahului kendaraan lain. Selain itu, anak di bawah umur yang belum memiliki SIM sebaiknya tidak mengendarai kendaraan bermotor demi keselamatan bersama," pungkasnya. (ep)

