Kronologi Pemotor Asal Sempu Meninggal di Jalan Raya Watudodol Banyuwangi

1wee.jpg Polisi Melakukan Olah TKP Kecelakaan di Jalan Raya Watudodol atau Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo (Foto: Satlantas/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Nasional Banyuwangi-Situbondo, tepatnya di area dekat Watudodol, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Selasa (30/06/2026) pagi. Seorang pemotor asal Kecamatan Sempu meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak kendaraan di depannya.


Korban diketahui berinisial NA (27), warga Kecamatan Sempu. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat di bagian kepala setelah terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai AR (32), warga Kecamatan Kalipuro.


Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian membenarkan peristiwa tersebut. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di ruas jalan nasional yang menghubungkan Banyuwangi dengan Situbondo.


"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan di Jalan Nasional Banyuwangi-Situbondo, tepatnya di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro," kata Tri.


Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat AR mengendarai Honda Vario bernomor polisi P-6042-WV dari arah selatan. Sesampainya di lokasi, ia berhenti di tengah jalan karena hendak menyeberang ke sisi timur.


Pada saat bersamaan, korban yang mengendarai Honda Beat bernopol P-5295-QAE melaju searah tepat di belakang kendaraan tersebut.


"Karena jarak kedua kendaraan terlalu dekat, pengendara Honda Beat tidak sempat menghindar sehingga menabrak bagian belakang sepeda motor di depannya," ujar Tri.


Benturan keras membuat korban terjatuh dan mengalami luka fatal di bagian kepala. Sementara pengendara Honda Vario hanya mengalami luka ringan.


Petugas Satlantas Polresta Banyuwangi bersama warga kemudian mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju RSUD Blambangan.


"Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Blambangan. Sedangkan pengendara kendaraan lainnya mengalami luka ringan," imbuhnya.


Tri mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga jarak aman saat berkendara, khususnya di jalan nasional yang memiliki kecepatan lalu lintas relatif tinggi.


"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk menerapkan prinsip safety riding dengan menjaga jarak aman minimal dua hingga tiga detik dari kendaraan di depan. Selain itu, gunakan lampu sein atau isyarat lebih awal saat akan berbelok maupun menyeberang agar pengendara lain memiliki waktu mengantisipasi," pungkasnya. (ep)