Cabang Lomba Tari pada PORSENI SD Se-Kabupaten Banyuwangi Tahun 2025 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang terpusat di Kecamatan Cluring ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (17–19/11/2025).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, melalui Kabid SD Dispendik Banyuwangi, Sutikno, menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 10 cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabang tersebut meliputi atletik, catur, bola voli, sepak bola, panahan, woodball, tenis meja, bulutangkis, renang, dan takraw. Sementara untuk cabang seni, terdapat lima perlombaan, yakni tetembangan, story telling, cipta baca puisi, gambar cerita, dan lomba tari.
Sutikno menjelaskan bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan pada PORSENI ini merupakan cabor yang tidak dilombakan di tingkat provinsi maupun nasional untuk jenjang SD.
“Jadi ini pembinaan di kabupaten, yang memungkinkan pembinaan olahraga seperti renang, sepak bola, bola voli dan lainnya yang gak ada sampai di tingkat nasional untuk SD. Maka itu bagian kita membina bibit-bibit atlet yang mungkin di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur cabornya masuk,” kata Sutikno kepada BWI24Jam.
PORSENI SD se-Kabupaten Banyuwangi diikuti 25 kontingen dari seluruh kecamatan. Para peserta sebelumnya telah melalui seleksi di tingkat kecamatan.
“Jumlah peserta PORSENI tahun ini sekitar 1.200 pelajar yang berlomba di olahraga, sedangkan di seni sekitar 1.600 pelajar,” urainya.
Menurut Sutikno, gelaran PORSENI turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping memunculkan aktivitas UMKM, jasa tata rias untuk peserta seni, serta sektor pendukung lainnya.
“Ribuan orang di PORSENI datang, ada pelajarnya, para guru, kepala sekolah, hingga wali murid. Ini juga ada perputaran ekonomi baru di lokasi acara,” tambahnya.
PORSENI menjadi wadah bagi para pelajar untuk berkompetisi secara sportif sekaligus menumbuhkan kreativitas. Ajang ini juga menjadi ruang pembinaan bagi Bibit atlet dan seniman muda di Banyuwangi. (rq)

