Akmal Hakim Arifuddin Raih Medali Emas di Thailand Disambut Jajaran MTsN 3 Banyuwangi dan Pemerintah Terkait (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Prestasi internasional kembali diraih siswa MTsN 3 Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Srono. Setelah sebelumnya salah satu siswanya, Reyno Felix Altair Hidayat, meraih medali perak dalam ajang International Junior Science Olympiad (IJSO) di Rusia pada akhir 2025, kini giliran Akmal Hakim Arifuddin yang menorehkan prestasi di tingkat dunia.
Siswa kelas VIII tersebut berhasil meraih medali emas dalam ajang World Youth STEM Invention Innovation (WYSII) 2026 yang digelar di Thailand. WYSII merupakan kompetisi riset dan inovasi sains tingkat internasional yang diikuti oleh inovator muda dari berbagai negara.
Prestasi tersebut tak lepas dari dukungan guru, kepala sekolah dan peran serta komite dan wali murid yang senantiasa mendukung penuh perjuangan para pelajar untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.
Sekembalinya dari Thailand, Akmal disambut di lingkungan MTsN 3 Banyuwangi pada Rabu (04/02/2026). Kehadirannya disambut antusias oleh rekan-rekan sesama siswa dan jajaran sekolah.
Prestasi yang diraih Akmal turut mendapat perhatian dari sejumlah pihak, di antaranya Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi Chaironi Hidayat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi Alfian, serta Kepala MTsN 3 Banyuwangi Kholiq Masduki bersama jajaran guru.
Kepala MTsN 3 Banyuwangi, Kholiq Masduki, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih siswanya tersebut.

"Mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, sesuai slogan Kemenag 'Madrasah Maju, Bermutu dan Mendunia' oleh karena itu, keluarga besar MTsN 3 Banyuwangi berrkomitmen itu semua, kita buktikan beberapa siswa kita sudah bisa ke level nasional dan internasional," ujar Kholiq.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak sekolah memiliki tim khusus yang mendampingi siswa-siswi berprestasi untuk mengawal dan mendukung pencapaian prestasi pada jenjang yang lebih tinggi.
Akmal Hakim Arifuddin turut menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanannya hingga meraih prestasi internasional.
"Awalnya olimpiade, Alhamdulillah guru di sini menjadi pembimbing dan mengajak untuk penelitian ilmiah hingga lolos ke Jakarta dan melanjutkan ke lomba di Thailand," ungkap Akmal.

Dalam ajang WYSII 2026, Akmal bersaing dengan peserta dari 10 negara. Ia mempresentasikan karya inovasinya bertajuk Smart Gas Detector, alat yang dirancang untuk mendeteksi kadar gas metana.
"Rencana pengembangan alat ini berharap bisa dikembangkan skala besar untuk pabrik pengolahan ikan di Muncar agar bisa mengoptimalkan limbahnya untuk hal-hal yang bermanafaat lagi," terangnya.
Sementara itu, Ina Ammania dan Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat menyampaikan pesan agar Akmal terus belajar dan dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi dan prestasi. (rq)

