Siswa TK Ikuti Praktik Pembelajaran Manasik Haji (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Suasana Lapangan Barat Stadion Diponegoro dipenuhi keceriaan ribuan anak usia dini yang mengikuti kegiatan manasik haji, Rabu (06/05/2026) pagi. Lebih dari 1.300 siswa PAUD, KB, dan TK se-Kecamatan Banyuwangi terlibat dalam praktik pembelajaran di luar sekolah tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Banyuwangi bekerja sama dengan PT Berkah Kubah Hijau, biro travel umrah dan haji yang menghadirkan praktik manasik dengan properti lengkap, mulai dari replika Ka’bah, bukit Shafa dan Marwah, hingga area lempar jumrah.
Koordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Janoto yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan manasik haji bagi anak usia dini, terlebih di momen musim ibadah haji dan menyambut Hari Raya Iduladha.
“Ini untuk menanamkan moral anak dengan praktik yang menyenangkan,” ujar Janoto.
Ketua IGTKI Kecamatan Banyuwangi, Messini, menyebut kegiatan ini diikuti oleh 40 lembaga pendidikan. Tujuannya agar siswa punya memori atau bekal di masa depan ketika dimampukan berhaji.
“Dan untuk meningkatkan pendidikan karakter kepada anak-anak, termasuk nilai moral, agama, kedisiplinan hingga kemandirian," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibimbing langsung oleh ustaz dan ustazah dari Kubah Hijau. Anak-anak mempraktikkan seluruh rukun haji, mulai dari ihram (niat), wukuf di Arafah, tawaf ifadhah, sai, hingga tahallul (mencukur rambut) secara tertib.
Pembimbing manasik haji, Ustaz Muhtadi, menjelaskan bahwa materi yang diberikan kepada peserta adalah haji tamattu, yakni mendahulukan ibadah umrah sebelum haji.
“Mudah-mudahan anak-anak mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan barokah,” kata Ustaz Muhtadi.
Kegiatan manasik haji ini berlangsung penuh antusias dan keceriaan. Dengan mengenakan pakaian serba putih layaknya jamaah haji, para peserta tampak semangat mengikuti setiap rangkaian praktik ibadah. Melalui pembelajaran langsung di lapangan, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal tata cara ibadah haji sejak dini. (rq)

