Sapi Terperosok ke Sumur di Srono Banyuwangi, Dievakuasi Petugas Damkar hingga 5 Jam

1aaiyugui.jpg Petugas Damkar Bersama Warga Sekitar Evakuasi Sapi Terperosok ke Sumur (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Seekor sapi terperosok ke dalam sumur di Dusun Sumbergroto, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Sapi tersebut akhirnya berhasil dievakuasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) setelah proses penanganan berlangsung sekitar lima jam.


Peristiwa tersebut dilaporkan kepada Call Center Damkarmat Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 11.05 WIB. Laporan kemudian diteruskan kepada Pos Sektor Damkar Srono untuk dilakukan penanganan.


Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.40 WIB dan langsung melakukan pengamatan terhadap kondisi sumur serta posisi sapi. Saat diperiksa, sapi tersebut diketahui sudah dalam kondisi tidak bernyawa.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, proses evakuasi membutuhkan waktu cukup lama karena petugas harus mengeluarkan sapi dari dalam sumur dengan menggunakan peralatan yang tersedia.


"Setelah kami menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi. Dari hasil pengecekan, sapi sudah dalam kondisi meninggal dunia. Petugas kemudian melakukan koordinasi dan menambah personel untuk membantu proses evakuasi," ujar Edy, Kamis (10/9/2026).


Menurut Edy, evakuasi dilakukan secara bersama-sama oleh personel Sektor Srono, Mako Damkarmat Regu 3, Regu 1, serta personel Sektor Genteng. Proses pengangkatan dilakukan secara manual dengan memanfaatkan tali karmantel dan perlengkapan keselamatan.


"Penanganannya memang cukup lama, mulai dari sekitar pukul 11.05 WIB saat laporan diterima hingga akhirnya selesai sekitar pukul 16.05 WIB. Setelah beberapa jam, sapi berhasil dinaikkan dari dalam sumur," jelasnya.


Edy menambahkan, dalam penanganan tersebut petugas juga berkoordinasi dengan unsur kecamatan, pemerintah desa, dan warga sekitar. Setelah berhasil dievakuasi, sapi yang telah mati tersebut kemudian diserahkan kepada pemiliknya.


"Ini merupakan bagian dari tugas penyelamatan non-kebakaran. Kami tetap berupaya membantu masyarakat dalam berbagai kondisi yang membutuhkan penanganan dan penyelamatan," pungkasnya. (ep)