Jalur Pendakian Gunung Raung Ditutup, Muncul Titik Api di Lintasan Pendakian

IMG-20260908-WA0111.jpg Gunung Raung (Foto: PilotBelantara/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Jalur pendakian Gunung Raung via Kalibaru, Banyuwangi, ditutup sementara mulai Selasa (8/9/2026). Penutupan dilakukan menyusul adanya titik api di kawasan jalur pendakian yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pendaki.


Penutupan tersebut tertuang dalam pengumuman Sekretariat Mt. Raung 3344 MDPL Nomor B.031/Pan-Pel/Mt.Raung/IX/2026. Dalam pengumuman itu disebutkan jalur pendakian ditutup sementara mulai 8 September 2026 hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.


"Menindaklanjuti perkembangan situasi di lapangan terkait adanya titik api dan kejadian kebakaran hutan di kawasan pendakian Gunung Raung via Kalibaru, serta demi menjaga keselamatan pengunjung, kelestarian ekosistem, dan kelancaran proses pemadaman," demikian tertulis dalam pengumuman tersebut.


Operator pendakian Gunung Raung, Dimas Wahyu Pramana, mengatakan penutupan jalur tersebut berdampak pada sejumlah pendaki yang sebelumnya telah melakukan pemesanan.


"Sudah puluhan yang cancel. Yang naik besok saja 25 orang, itu baru bookingan saya, belum termasuk yang lainnya," kata Dimas, Selasa (8/9/2026).


Menurut Dimas, pembatalan juga terjadi pada jadwal pendakian Jumat dan Sabtu yang biasanya menjadi periode ramai pendakian.


"Jumat dan Sabtu itu biasanya puncak ramainya. Sekarang juga sudah banyak yang cancel," ujarnya.


Dimas menyebut titik api berada di sekitar Bayangan 1, atau di atas Camp 6 pada lintasan pendakian.


Meski demikian, berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, api saat ini telah padam. Api disebut tidak menjalar secara luas dan hanya membakar sejumlah pohon besar yang kondisinya kering.


"Sementara api sudah padam. Tidak menjalar melebar, hanya membakar pohon-pohon yang besar dan kering saja," terang Dimas.


Dimas menambahkan, kondisi tersebut masih akan dipastikan kembali melalui pengecekan di lapangan. Pemantauan ulang diperlukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali muncul.


"Info hari ini sudah padam. Besok akan dicek ulang untuk memastikan," pungkasnya.


Sementara itu, penutupan jalur dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan pembukaan kembali jalur akan mempertimbangkan kondisi keamanan kawasan serta perkembangan penanganan titik api di lintasan pendakian.


Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan, operator pendakian mengimbau untuk menyesuaikan jadwal dengan kondisi terbaru dan mengikuti ketentuan penutupan demi keselamatan. (ep)