Polisi Mendatangi Lokasi Kejadian Longsor di Lubang Tambang Emas Diduga Ilegal (Foto: Polsek Pesanggaran/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Seorang pria bernama berinisial S(50) tewas setelah tertimbun longsoran material di dalam lubang bekas tambang emas diduga ilegal di kawasan Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (05/09/2026). Korban bersama tiga rekannya masuk ke sebuah lubang tambang yang sudah lama tidak beroperasi untuk mencari material atau gebalan.
Kapolsek Pesanggaran AKP Agus Hari Widodo melalui Kanit Reskrim Aiptu Heru Prasetyo mengatakan, kejadian bermula ketika korban bersama tiga rekannya berangkat menuju lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka tiba di kawasan tambang sekitar pukul 12.30 WIB.
"Sesampainya di lokasi, korban bersama tiga rekannya mencari titik lubang kosong yang sudah lama tidak beroperasi. Kemudian mereka masuk ke dalam lubang dengan kedalaman sekitar 12 meter," kata Heru, Selasa (08/09/2026).
Sekitar 45 menit berada di dalam lubang, Sudarto tiba-tiba berteriak meminta pertolongan. Saat itu, material berupa batu dan tanah disebut mengalami longsor.
"Korban berteriak minta tolong karena ada batu dan material yang longsor. Jarak korban dengan tiga rekannya sekitar dua meter," ujarnya.
Tiga rekan korban kemudian berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi di dalam lubang tidak memungkinkan mereka melakukan evakuasi. Mereka sempat mencoba menggali material longsoran secara manual menggunakan tangan.
"Karena kondisi longsoran tidak memungkinkan untuk melakukan pertolongan, ketiga rekannya kemudian naik ke atas untuk mencari bantuan," jelas Heru.
Petugas Polsek Pesanggaran yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi. Proses evakuasi melibatkan kepolisian, Babinsa, pemerintah desa, masyarakat sekitar, Basarnas Banyuwangi hingga pihak PT BSI.
Proses penyelamatan berlangsung secara manual karena kondisi lubang cukup sulit. Petugas juga telah mengingatkan keluarga dan warga yang melakukan evakuasi agar proses dilanjutkan pada pagi hari karena kondisi sudah larut malam dan tenaga warga mulai terkuras.
"Petugas sudah memberikan imbauan kepada keluarga agar evakuasi dilanjutkan besok karena waktu sudah larut dan masyarakat yang membantu sudah kelelahan. Namun keluarga meminta dilakukan upaya terakhir," terang Heru.
Upaya terakhir kemudian dilakukan dengan menarik korban menggunakan kain sarung dan tali tampar. Sekitar pukul 00.30 WIB, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam lubang.
"Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 00.30 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia," ungkapnya.
Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang selamat untuk dimintai keterangan. Ketiganya dibawa ke Polresta Banyuwangi untuk pemeriksaan oleh Unit Pidsus.
Sementara itu, penyebab longsor diduga berkaitan dengan kondisi lubang tambang yang sudah lama tidak digunakan. Kayu penyangga di dalam lubang disebut telah mengalami pelapukan. Faktor kehati-hatian saat melakukan penggalian juga menjadi perhatian dalam penyelidikan.
"Untuk sementara, penyebabnya diduga karena lubang tambang emas ilegal tersebut sudah lama tidak beroperasi sehingga kayu penyangganya lapuk. Selain itu, faktor kurang hati-hati saat melakukan penggalian juga menjadi bagian yang kami dalami," pungkasnya. (ep)

