Ditlantas Polda Jawa Timur dan Satlantas Polresta Banyuwangi Tinjau Kemacetan Ketapang (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menerjunkan 60 personel untuk membantu mengurai kemacetan panjang di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Puluhan personel tersebut diperkuat 30 unit sepeda motor dan bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah polres di sekitar Banyuwangi.
Kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang telah berlangsung lebih dari sepekan. Antrean kendaraan bahkan sempat mencapai 8-9 kilometer pada malam hari.
Dirlantas Polda Jatim Kombes Rahmat Hakim mengatakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam. Personel dibagi dalam empat sif untuk memastikan jalur tetap terpantau sepanjang waktu.
"Yang kita utamakan adalah tidak ada kendaraan yang ngeblong. Kalau sampai ngeblong nanti ngunci," ujar Rahmat.
Penerapan aturan tersebut dilakukan untuk mencegah kendaraan mengambil jalur berlawanan atau menyerobot antrean. Menurut polisi, perilaku tersebut justru dapat membuat arus kendaraan dari kedua arah semakin terkunci.
Upaya pengaturan yang dilakukan petugas sempat membuat ekor antrean yang pada malam hari mencapai 8-9 kilometer berkurang menjadi sekitar 1,7 kilometer pada pagi hari.
Namun, kepadatan kembali meningkat pada siang hari. Panjang antrean bahkan kembali melewati 5 kilometer.
Selain mengatur arus kendaraan, personel juga melakukan patroli mobilitas di sepanjang jalur antrean. Petugas memberikan prioritas bagi kendaraan dalam kondisi darurat, termasuk ambulans maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.
"Petugas kami siagakan untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat selama perjalanan. Kalau ada ambulans atau warga yang membutuhkan penanganan medis, kami prioritaskan," jelas Rahmat.
Kemacetan di kawasan Ketapang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, kepolisian bersama stakeholder terkait terus melakukan langkah penguraian antrean.
Penanganan tersebut dilakukan bersama unsur Kementerian Perhubungan, PT ASDP Indonesia Ferry, pemerintah daerah, hingga petugas di lapangan. Optimalisasi armada kapal dan penerapan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penumpukan kendaraan.
Kepolisian memastikan pengamanan akan terus dilakukan hingga kondisi antrean dapat ditekan.
"Kami akan terus melakukan pengaturan sampai antrean bisa berkurang dan situasi lalu lintas kembali normal," ujarnya.
Sementara itu, polisi mengimbau pengguna jalan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi lalu lintas di jalur Ketapang.
Untuk kendaraan penumpang pribadi, masyarakat disarankan mempertimbangkan jalur alternatif melalui Jember agar tidak terjebak kepadatan di kawasan Ketapang.
Sedangkan kendaraan berat dan truk logistik tetap diarahkan mengikuti rekayasa lalu lintas yang diterapkan petugas. Pengaturan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jalur, termasuk keterbatasan pada sejumlah ruas menuju kawasan Ketapang.
Masyarakat yang mengalami keadaan darurat di tengah antrean juga diminta segera meminta bantuan kepada petugas kepolisian yang berjaga di sepanjang jalur.
Dengan pengerahan personel secara 24 jam, polisi berharap antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang dapat terus dipangkas tanpa menimbulkan gangguan baru terhadap arus lalu lintas di jalur nasional Banyuwangi. (ep)

