Sekardadu Sambangi SMPN Manbaul Falah Singojutuh, Pelajar Praktik Merawat Daerah Aliran Sungai

1rri.jpg Program Sekardadu Dinas PU Pengairan Banyuwangi di SMP Negeri Manbaul Falah Singojuruh (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) kini menyasar SMP Negeri Man’baul Falah Singojuruh, Rabu (28/10/2026). Melalui program yang digagas Pemkab Banyuwangi tersebut, puluhan siswa mendapatkan edukasi sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan perawatan sungai di sekitar lingkungan sekolah.


Kegiatan diawali dengan penyampaian materi di dalam kelas oleh Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Singojuruh. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan sungai, pemeliharaan lingkungan, serta dampak pencemaran terhadap ekosistem perairan.


Suasana edukasi juga diisi kuis interaktif berhadiah. Setelah itu, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan aksi di sungai yang berada tepat di depan sekolah.


Mereka bergotong royong memungut sampah plastik di tepi sungai, mengecat plengsengan, menanam bibit pohon di sempadan, hingga melepas benih ikan lele. Kepala SMP Negeri Man’baul Falah, Jayusman, turut mengikuti kegiatan tersebut.


Juru Korsda Singojuruh, Mukarom, menjelaskan bahwa Sekardadu merupakan program berkelanjutan yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di sejumlah sekolah di Banyuwangi.


“Jadi mereka para siswa-siwa kami ajak untuk memahami dan menerapkan dari misi Program Sekardadu itu sendiri, yaitu merawat sungai,” jelasnya.


Menurut Mukarom, para pelajar juga diajak menghindari perilaku yang dapat merusak ekosistem sungai, seperti membuang sampah atau limbah sembarangan, menangkap ikan dengan racun, serta menebang pohon di bantaran sungai.


“Jadi para pelajar adalah penerus, mereka ini generasi ujung tombak bagi kelestarian air dan sungai-sungai di sekitar mereka,” tuturnya.


Sementara itu, Jayusman mengatakan kegiatan Sekardadu mendukung pembiasaan menjaga kebersihan yang telah diterapkan di sekolah. Terlebih, SMP Negeri Man’baul Falah yang berada di Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, diapit dua aliran sungai di bagian depan dan belakang.


Ke depan, pihak sekolah juga berencana mengembangkan sarana eduwisata tirta di lingkungan sekolah sebagai fasilitas pembelajaran bagi siswa.


“Jadi bisa membuat anak-anak senang dan pelajaran pun dapat diterima maksimal dengan adanya eduwisata di lingkungan sekolahnya,” papar Jayusman. (rq)