Sekardadu Terus Digaungkan Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Kali Ini Bersama Anak-anak SDN Olehsari

1sunuu.jpg Anak-anak SDN Olehsari Bersihkan Sampah di Daerah Aliran Sungai Bersama Petugas Korsda Kabat (Foto: Hendri (MG)/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi melalui Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Kabat kembali menggelar program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu). Kali ini kegiatan berlangsung di aliran sungai Desa Olehsari Kecamatan Glagah pada Jumat (09/10/2026) pagi dengan melibatkan siswa-siswi SDN Olehsari.


Kegiatan diawali dengan edukasi di dalam kelas. Puluhan siswa kemudian diajak menuju kawasan sungai untuk membersihkan sampah di sekitar aliran air sekaligus mengenal ekosistem yang hidup di lingkungan sungai.


Koordinator SDA Kabat Heri Sujarwo mengatakan Sekardadu merupakan inovasi Dinas PU Pengairan untuk mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan sungai kepada generasi muda.


“Sekardadu itu adalah inovasi dari Dinas Pengairan yang dilaksanakan untuk sekolah dan juga untuk memberikan habit kepada generasi,” kata Heri.


Ia menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan membentuk kebiasaan anak-anak agar peduli terhadap kebersihan saluran air. Edukasi diharapkan dapat mendorong siswa menjaga sungai tidak hanya selama kegiatan berlangsung tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.


Kepala SDN Olehsari Helmi Frida Kurniawati menyampaikan kegiatan tersebut sejalan dengan pembiasaan menjaga kebersihan yang telah diterapkan di sekolah.


“Kegiatan ini sangat bermanfaat, paling tidak pembiasaan anak-anak di sekolah,” ujarnya.


Menurut Helmi edukasi langsung di lingkungan sungai dapat memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi sekolah dengan Dinas PU Pengairan dalam kegiatan tersebut.


Sementara itu Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis mengatakan pemerintah desa mendukung pelaksanaan Sekardadu. Selain mengajak anak-anak mencintai lingkungan kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kepedulian masyarakat khususnya petani terhadap saluran irigasi.


"Kami sangat mendukung sekali, terutama di wilayah Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) sangat mendukung sekali," ujar Joko.


Joko menjelaskan pemantauan dan perawatan saluran air diperlukan untuk mengetahui potensi penyumbatan yang dapat mengganggu aliran air. Ia berharap kepedulian terhadap sungai dan saluran pertanian dapat tumbuh di kalangan generasi muda maupun masyarakat.


Melalui Sekardadu siswa tidak hanya mendapat materi di kelas tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan menjaga kebersihan sungai di lingkungan mereka. (rq)