Lacak Pembuang Bayi di Kalibaru, Polisi Sisir Enam Rumah Kos hingga CCTV Masjid di Sekitar TKP

1yufgkm.jpg Polisi Telusuri Jejak Pembuang Bayi Laki-laki di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Polisi terus memburu orang tua atau pihak yang diduga membuang bayi laki-laki di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Sejumlah langkah penyelidikan dilakukan untuk mengungkap siapa sosok yang tega meninggalkan bayi tersebut di depan rumah warga.


Salah satu langkah yang dilakukan Polsek Kalibaru yakni menyisir sejumlah rumah kos di sekitar lokasi penemuan bayi. Sedikitnya enam rumah kos telah didatangi petugas untuk mencari petunjuk terkait keberadaan penghuni yang diduga baru melahirkan.


Kanit Reskrim Polsek Kalibaru Aiptu Eko Ari Sulistyo mengatakan, penyisiran dilakukan dengan melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.


"Kami sudah melakukan penyisiran ke enam lokasi kos-kosan yang berada di sekitar TKP penemuan bayi. Langkah ini kami ambil untuk mencocokkan data penghuni serta mendeteksi kemungkinan adanya warga atau penghuni kos yang baru melahirkan," ujar Eko, Senin (05/10/2026).


Menurut Eko, petugas tidak hanya memeriksa lokasi kos. Polisi juga mencocokkan data administrasi kependudukan dengan catatan penghuni yang dimiliki pemilik atau pengelola rumah kos.


Petugas juga menggali informasi dari para penghuni maupun warga sekitar. Salah satu informasi yang dicari adalah keberadaan penghuni perempuan yang dalam beberapa bulan terakhir diketahui sedang hamil.


Namun, hingga penyisiran dilakukan, polisi belum menemukan petunjuk konkret yang mengarah kepada identitas orang tua bayi.


"Sementara ini belum ada yang konkret, anggota terus bergerak mencari petunjuk," kata Eko.


Selain menyisir rumah kos, polisi memperluas pelacakan melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi penemuan bayi.


Salah satunya CCTV milik Masjid Ar Raudhah yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari titik bayi ditemukan. Rekaman dari masjid tersebut turut diperiksa untuk mengetahui aktivitas maupun kendaraan yang melintas di sekitar lokasi pada waktu kejadian.


Tak hanya itu, polisi juga menyisir sejumlah CCTV milik warga setempat. Rekaman dari kamera pengawas milik warga di sekitar TKP diharapkan dapat membantu petugas memetakan pergerakan orang maupun kendaraan yang berada di kawasan tersebut.


Penyisiran CCTV menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena sebelumnya terdapat informasi mengenai seseorang yang diduga mengendarai sepeda motor matic dan melaju ke arah barat setelah meninggalkan bayi.


Eko mengatakan, sejumlah rekaman CCTV sudah berhasil dikumpulkan dan kini masih dipelajari oleh penyidik.


"Sudah ada beberapa bukti CCTV, sekarang masih dipelajari," ujar Eko.


Menurut Eko, polisi masih mencermati rekaman tersebut untuk mencari petunjuk yang dapat mengarah pada identitas orang yang diduga meninggalkan bayi. Petugas juga mencocokkan waktu, arah pergerakan kendaraan, serta situasi di sekitar lokasi saat bayi ditemukan.


Selain penyisiran CCTV, penyidik Polsek Kalibaru juga berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Banyuwangi. Penyelidikan dilakukan secara bersama-sama untuk mempersempit kemungkinan keberadaan orang yang meninggalkan bayi tersebut.


"Perkara ini juga ditangani Polresta Banyuwangi, kami bekerja sama mencari petunjuk," jelasnya.


Sebelumnya, bayi laki-laki tersebut ditemukan warga pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 04.20 WIB. Bayi ditemukan dalam kondisi terbungkus handuk di depan rumah warga.


Saat ditemukan, kondisi bayi masih hidup dan kemudian segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah sempat dibawa ke bidan, bayi kemudian mendapat perawatan di Puskesmas Kalibaru Wetan sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Genteng.


Eko memastikan kondisi bayi saat ini mendapat pengawasan dan perawatan medis.


"Bayi sekarang ada di RSUD Genteng, mendapat perawatan terbaik," pungkasnya.


Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan orang tua bayi atau mengetahui adanya perempuan yang diduga baru melahirkan namun kemudian kehilangan bayinya, agar segera melapor kepada petugas.


Informasi sekecil apa pun diharapkan dapat membantu polisi mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut dan memastikan proses penanganan kasus berjalan sesuai hukum. (ep)