Banyuwangi Attraction Memengan Tradisional 2026 di Taman Blambangan (Foto: Tanti/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Suasana ceria mewarnai Festival Memengan Tradisional 2026 yang digelar di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (25/07/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional itu diikuti pelajar mulai jenjang TK hingga SMP dari berbagai wilayah di Banyuwangi.
Dalam bahasa Osing, memengan berarti bermain. Melalui festival ini, anak-anak diajak mengenal kembali berbagai permainan tradisional sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus membangun karakter sejak dini.
Beragam permainan tradisional dimainkan para peserta, mulai dari dakon, egrang, bedil-bedilan bambu, mobil-mobilan bambu, bekel, hingga permainan tradisional lainnya. Suasana kebersamaan tampak saat para pelajar saling berinteraksi, bekerja sama, dan bermain bersama teman-temannya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan melalui permainan tradisional.
“Ini cara kita menggugah kembali nilai-nilai dalam dunia pendidikan, tidak hanya dinilai dari angka, tapi seberapa besar anak-anak kita bergembira,” ujar Ipuk dalam sambutannya.
Menurut Ipuk, permainan tradisional juga mengajarkan berbagai nilai kehidupan kepada anak-anak, mulai dari disiplin, sportivitas, kreativitas, hingga kemampuan bekerja sama.
“Ini bagian dari kita menyiapkan karakter yang sudah diwariskan leluhur kita, ada teamwork, problem solving, leadership, social intelligence, dan itu semua ada di permainan tradisional,” tuturnya.
Selain festival permainan tradisional, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Pameran Karya Anak, Padang Ulanan, dan Story Telling. Acara turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, bersama jajaran Forkopimda.
Melalui Festival Memengan Tradisional, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengenal kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya lokal. (*)

