Lima Siswa SMK Al Munawwir IIBS Singojuruh, Banyuwangi Raih Medali Perunggu di Ajang WYIE 2026 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Banyuwangi di tingkat internasional. Lima siswa dari SMK Al Munawwir IIBS Singojuruh, Banyuwangi berhasil meraih bronze medal atau medali perunggu pada ajang bergengsi World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Malaysia.
Kompetisi inovasi internasional yang digelar pada 18–20 Mei 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia tersebut diikuti peserta dari 14 negara, di antaranya Australia, Taiwan, Hongkong, Qatar, Korea Selatan, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Kanada, hingga Thailand.
Pada kategori Environment, tim siswa SMK Al Munawwir sukses menarik perhatian dewan juri melalui inovasi suplemen alami bernama “AM Egg-Celerate: Solusi Alami Pendongkrak Produktivitas Telur Berbasis Protein Hidrolisis”.
Inovasi tersebut dikembangkan dengan konsep “From Waste to Wealth” di bawah bimbingan guru pembimbing Hadi Masruri serta dukungan penuh Kepala Sekolah Ahmad Azmi Khoirul Umam.
Kepala Sekolah Ahmad Azmi Khoirul Umam mengaku bangga atas capaian para siswa yang mampu bersaing di panggung dunia.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena anak-anak mampu menunjukkan bahwa inovasi karya pelajar Banyuwangi bisa bersaing di level internasional. Ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, AM Egg-Celerate merupakan produk pasteurisasi berkelanjutan yang dirancang untuk membantu mengoptimalkan produksi serta meningkatkan berat telur ayam petelur. Produk tersebut juga diklaim aman dan stabil disimpan selama enam hingga dua belas bulan.
Menurutnya, formulasi produk dibuat dengan mengombinasikan tiga bahan utama, yakni maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan teknologi hidrolisis enzimatik, ekstrak jahe segar, dan Virgin Coconut Oil (VCO).
“Teknologi hidrolisis enzimatik ini mengubah protein kompleks maggot menjadi peptida dan asam amino bebas sehingga nutrisi dapat diserap lebih maksimal oleh tubuh ayam. Ditambah ekstrak jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam serta VCO sebagai sumber energi yang membantu meningkatkan ukuran dan bobot telur,” jelasnya.
Penggunaan produk tersebut juga dinilai praktis karena cukup dicampurkan ke dalam air minum ternak dengan dosis 10 ml per liter air pada tahap adaptasi dan 20 ml per liter air untuk hasil produksi optimal.
Ajang WYIE sendiri merupakan pameran penemu internasional tahunan yang menjadi wadah presentasi sekaligus pertukaran inovasi, teknologi, dan ide bisnis dari para penemu muda serta startup dunia.
Keberhasilan siswa SMK Al Munawwir IIBS Singojuruh meraih medali perunggu menjadi bukti bahwa inovasi di bidang peternakan dan lingkungan dari generasi muda Banyuwangi mampu bersaing di tingkat global. (*Adv)

