Warga Muncar Jalani Pelatihan Desa Tangguh Bencana atau Destana (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana terus dilakukan di wilayah pesisir Banyuwangi. Salah satunya melalui pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar di Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Program yang difasilitasi BPBD Jawa Timur tersebut kini memasuki hari keempat pelaksanaan, Jumat (22/05/2026).
Sebanyak 25 peserta yang berasal dari perwakilan masing-masing dusun di Desa Sumberberas mengikuti pelatihan tersebut. Selama sepekan penuh, para peserta dibekali pengetahuan dasar kebencanaan mulai dari mitigasi, pemetaan wilayah rawan, teknik evakuasi mandiri, hingga simulasi penanganan darurat saat terjadi bencana.
Pelatihan ini digelar lantaran Desa Sumberberas dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap berbagai ancaman bencana alam. Letaknya yang berada di kawasan pesisir membuat wilayah tersebut rawan terdampak cuaca ekstrem, banjir, gelombang tinggi hingga potensi gempa bumi dan tsunami.
Agen Informasi Bencana TRC BPBD Banyuwangi, Ismanto mengatakan, pelatihan Destana menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan.
“Wilayah pesisir seperti Sumberberas memiliki potensi kerawanan cukup tinggi. Karena itu masyarakat perlu memahami langkah mitigasi dan penyelamatan diri sejak dini,” kata Ismanto, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, masyarakat menjadi pihak pertama yang akan menghadapi situasi saat bencana terjadi. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas warga di tingkat dusun dinilai sangat penting agar penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat sebelum bantuan datang.
“Ketika terjadi bencana, warga sekitar adalah responden pertama. Maka mereka harus tahu apa yang harus dilakukan, ke mana harus evakuasi, dan bagaimana membantu warga lain yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diajarkan mengenali tanda-tanda awal potensi bencana seperti perubahan cuaca ekstrem, banjir akibat luapan air, hingga prosedur penyelamatan saat terjadi gempa dan tsunami. Selain teori di dalam ruangan, peserta turut menjalani simulasi lapangan agar lebih memahami kondisi nyata saat keadaan darurat terjadi.
Tak hanya itu, peserta juga dibimbing menyusun jalur evakuasi dan titik kumpul aman di masing-masing dusun. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyelamatan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
“Tujuan akhirnya adalah membentuk masyarakat yang tangguh dan tidak panik ketika menghadapi bencana. Minimal mereka memiliki pengetahuan dasar untuk menyelamatkan diri dan membantu lingkungan sekitar,” terang Ismanto.
Selain fokus pada mitigasi, BPBD juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Warga diimbau menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga vegetasi pesisir yang berfungsi menahan abrasi dan gelombang tinggi.
Melalui program Destana ini, BPBD berharap Desa Sumberberas dapat menjadi desa percontohan tangguh bencana di wilayah pesisir Banyuwangi. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, risiko korban dan dampak kerusakan akibat bencana diharapkan bisa ditekan semaksimal mungkin. (ep)

