Terungkap! Ini Penyebab KM Genius Tenggelam di Perairan Selat Bali, Kerugian Capai Rp1,3 Miliar

1baerribi.jpg KM Genius Tenggelam di Perairan Selat Bali pada Sabtu, 25 Juli 2026 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Penyebab tenggelamnya kapal kayu KM Genius di Perairan Utara Buleleng, Selat Bali, Sabtu (25/07/2026), mulai terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kapal bermuatan sekitar 30 ton sembako itu tenggelam setelah mengalami kerusakan pada sistem penggerak mesin yang mengakibatkan air laut masuk ke dalam lambung kapal.


Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol M. Wahyudi mengatakan, berdasarkan keterangan nahkoda dan hasil penyelidikan di lapangan, insiden bermula ketika kapal bertolak dari Dermaga Boom Banyuwangi menuju Dermaga Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, sekitar pukul 04.00 WIB.


"Dari hasil penyelidikan sementara, saat kapal berlayar di Perairan Utara Buleleng, mesin sebelah kanan mengalami getaran yang tidak normal. Nahkoda kemudian mematikan mesin tersebut untuk mencegah kerusakan lebih lanjut," kata Kompol M. Wahyudi.


Namun, sesaat setelah mesin dimatikan, terjadi kerusakan pada bagian bosh as mesin. Kerusakan itu menyebabkan air laut masuk dengan cepat ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tidak dapat diselamatkan.


"Kerusakan terjadi pada bagian bosh as mesin sebelah kanan yang patah. Kondisi itu mengakibatkan air laut masuk ke dalam kapal dengan sangat cepat sehingga kapal kehilangan daya apung dan akhirnya tenggelam," ujarnya.


Saat kapal mulai tenggelam, nahkoda bersama lima anak buah kapal (ABK) langsung melakukan penyelamatan mandiri menggunakan jaket pelampung dan rakitan gabus atau styrofoam yang telah dipersiapkan di atas kapal.


"Seluruh kru bertindak cepat menggunakan life jacket dan media apung yang tersedia. Mereka kemudian menghubungi anggota Satpolairud untuk meminta pertolongan sehingga proses evakuasi bisa segera dilakukan," ungkap Wahyudi.


Menerima laporan tersebut, personel Satpolairud Polresta Banyuwangi bersama tim Basarnas segera bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB). Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa ke Dermaga Tanjungwangi.


"Alhamdulillah seluruh enam orang di atas kapal berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini berkat respons cepat kru kapal yang menggunakan alat keselamatan dan koordinasi cepat dengan petugas," jelasnya.


Meski tidak menimbulkan korban jiwa, tenggelamnya KM Genius mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar, termasuk kapal beserta muatan sembako sekitar 30 ton.


Kompol Wahyudi mengimbau seluruh operator kapal untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi mesin sebelum berlayar guna mencegah kejadian serupa.


"Kami mengingatkan seluruh pemilik maupun nahkoda kapal agar selalu memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan dalam keadaan layak sebelum berangkat. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mencegah kecelakaan pelayaran yang dapat membahayakan awak kapal maupun muatan," pungkasnya. (ep)