Tim Medis Siaga Dampingi Latihan Paskibraka Genteng, Peserta Diimbau Jangan Lewatkan Sarapan

1nejn.jpg Petugas Medis Bersiaga saat Latihan Paskibraka Genteng, Banyuwangi Jelas HUT Ke-81 RI (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Kecamatan Genteng menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia tak hanya difokuskan pada latihan baris-berbaris. Tim medis dari Puskesmas Genteng Kulon dan Puskesmas Kembiritan juga disiagakan setiap hari untuk memastikan kondisi kesehatan para peserta tetap prima selama menjalani latihan intensif di Lapangan RTH Maron.


Sebanyak tiga hingga empat petugas kesehatan bergantian berjaga mulai pukul 07.00 WIB hingga seluruh rangkaian latihan selesai. Mereka memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami keluhan selama mengikuti latihan.


Petugas Medis Puskesmas Genteng Kulon, Riska Amalia, mengatakan setiap peserta yang mengeluhkan kondisi tubuh kurang fit akan langsung menjalani pemeriksaan sebelum diberikan penanganan.


"Bagi peserta yang mengalami gejala kurang enak badan, kami ukur tekanan darahnya terlebih dahulu. Setelah itu diberikan obat sesuai dengan gejala yang dirasakan," ujar Riska, Senin (03/08/2026).


Untuk mendukung pelayanan kesehatan di lapangan, tim medis menyiapkan berbagai perlengkapan seperti kotak P3K, tabung oksigen, alat pengukur tekanan darah, hingga berbagai jenis obat-obatan.


Menurut Riska, keluhan yang paling sering dialami peserta adalah pusing dan sakit perut. Kondisi tersebut umumnya dipicu karena peserta datang mengikuti latihan tanpa sempat sarapan.


"Rata-rata peserta mengalami gejala pusing dan sakit perut. Biasanya mereka belum sarapan sebelum mulai latihan. Karena aktivitas fisiknya cukup berat, tubuh membutuhkan asupan energi yang cukup," jelasnya.


Ia menambahkan, mayoritas peserta yang mendapatkan penanganan medis merupakan siswa perempuan. Saat cuaca sedang terik, jumlah peserta yang membutuhkan penanganan dapat mencapai empat hingga lima orang dalam sehari akibat kelelahan.


"Kalau cuaca sedang panas, biasanya ada sekitar empat sampai lima siswa yang harus mendapatkan penanganan karena kondisi tubuhnya menurun," katanya.


Karena itu, tim medis terus mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kondisi fisik dengan mengonsumsi makanan bergizi sebelum latihan.


"Kami selalu mengingatkan peserta untuk sarapan dengan makanan yang sehat dan bergizi tinggi protein agar daya tahan tubuh tetap kuat. Selain itu mereka juga harus cukup minum supaya tidak mudah mengalami dehidrasi selama mengikuti latihan yang cukup berat," tambah Riska.


Sementara itu, Pelatih Paskibraka Kecamatan Genteng, Koptu Wawan, mengatakan latihan yang berlangsung selama 14 hari difokuskan pada penguatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dasar, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan formasi pasukan 17, 8, dan 45 sebagai persiapan upacara HUT RI.


Menurutnya, tantangan terbesar berada pada masa-masa awal latihan ketika para peserta masih menyesuaikan kondisi fisik dan beradaptasi dengan materi yang diberikan.


"Kesulitan di awal latihan adalah penyesuaian kondisi fisik siswa. Selain itu mereka juga harus membiasakan diri dengan lapangan dan materi latihan yang sudah kami susun. Namun antusiasme para pelajar sangat tinggi, sehingga kami optimistis seluruh rangkaian latihan selama 14 hari dapat berjalan maksimal hingga pengibaran bendera pada 17 Agustus nanti," pungkas Koptu Wawan.