Pemudik Motor Menunggu Masuk Kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (Foto: Tanti/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Data arus balik Lebaran 2026 di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk masih menunjukkan pergerakan tinggi pada H+4 Lebaran, Rabu (25/03/2026). Volume kendaraan dan penumpang yang meninggalkan Pulau Jawa melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, masih mendominasi dibandingkan arus dari Bali ke Jawa.
Data operasional posko ASDP mencatat, total kendaraan yang menyeberang dari Ketapang menuju Gilimanuk mencapai 14.924 unit dalam sehari. Angka tersebut didominasi kendaraan roda dua yang menjadi pilihan utama para pemudik untuk kembali ke Pulau Bali.
Sepeda motor tercatat sebagai golongan kendaraan paling dominan dengan jumlah mencapai 8.754 unit. Sementara itu, kendaraan kecil seperti mobil pribadi (Golongan IVA dan IVB) menyusul dengan total 4.834 unit.
Tingginya mobilitas kendaraan juga diikuti lonjakan jumlah penumpang. Dalam satu hari, total penumpang yang diseberangkan melalui Pelabuhan Ketapang mencapai 49.376 orang. Mayoritas merupakan penumpang dalam kendaraan sebanyak 48.257 orang, sedangkan penumpang pejalan kaki tercatat sebanyak 1.119 orang.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan arus dari arah Bali. Pelabuhan Gilimanuk tercatat hanya melayani 6.940 kendaraan yang masuk ke Jawa, dengan dominasi kendaraan roda empat dan kendaraan besar.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan sebanyak 31 armada kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Total pelayaran yang dilakukan mencapai 225 trip dari Ketapang dan 220 trip dari Gilimanuk dalam sehari.
Selain kendaraan pribadi, arus kendaraan logistik juga tetap berjalan. Tercatat sebanyak 303 unit bus dan 1.013 unit truk melintas melalui Pelabuhan Ketapang guna menjaga distribusi kebutuhan barang ke wilayah Bali.
Dengan tren peningkatan ini, arus balik diperkirakan masih akan berlangsung padat dalam beberapa hari ke depan. Pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, memanfaatkan layanan reservasi tiket, serta mengikuti arahan petugas guna menghindari antrean panjang di area pelabuhan. (ep)

