Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, Bupati Ipuk dan Jajaran Meluncurkan Oasis Wangi (Foto: Nanda/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meresmikan layanan konsultasi kesehatan hotline 24 jam Oasis Wangi di Ballroom Hotel Aston Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Noora Health, yayasan yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan perawatan kesehatan berbasis keluarga.
Melalui Oasis Wangi, masyarakat dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan melalui aplikasi WhatsApp tanpa dipungut biaya. Tenaga medis di puskesmas akan memberikan respons selama 24 jam. Apabila diperlukan, masyarakat juga akan mendapatkan rujukan ke layanan kesehatan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Oasis Wangi diharapkan dapat semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia.
"Mudah-mudahan dengan ini bisa berjalan, masyarakatnya Banyuwangi bisa sehat, usianya bisa semuanya minimal sama dengan rata-rata usia hidup," kata Budi.
Dalam kesempatan itu, Budi juga mengapresiasi Banyuwangi yang terus menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui digitalisasi. Menurutnya, Oasis Wangi direncanakan menjadi salah satu program percontohan yang dapat diterapkan di daerah lain.

"Digitalisasinya bagus Banyuwangi dan saya rasa enggak hanya kesehatan saja. Dan yang kedua komitmen dari pemerintah daerah untuk juga melaksanakan sendiri kegiatannya digital," ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut akan diuji coba di 14 kabupaten dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Oasis Wangi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat selama 24 jam.
"Masyarakat kita sangat membutuhkan kehadiran kita untuk bergerak cepat, untuk adaptif, dan untuk kepeduliannya dalam penanganan kesehatan bagi mereka," terang Ipuk.
Ipuk berharap program tersebut mampu meningkatkan pemahaman kesehatan berbasis keluarga sehingga anggota keluarga dapat memberikan penanganan pertama ketika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan.
"Bagus sekali bagaimana kita meningkatkan pemahaman kesehatan berbasis keluarga. Jadi ketika ada kasus keluarga yang sakit, maka keluarga itulah yang akan memberi pelayanan pertama dalam kesehatan di keluarga tersebut," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, Oasis Wangi akan mulai diuji coba di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Mojopanggung, Puskesmas Bajulmati, dan Puskesmas Sobo. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal pengembangan layanan konsultasi kesehatan berbasis digital di Banyuwangi. (nd)

