Dorong Keterampilan Masyarakat, Kecamatan Siliragung Gelar Pelatihan Wirausaha 8 Hari

1eyuev.jpg Kecamatan Siliragung Gandung BPVP Banyuwangi Gelar Pelatihan Keterampilan Wirausaha (Foto: Miftah/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Kantor Kecamatan Siliragung bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), menggelar pelatihan keterampilan berwirausaha mandiri untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Pelatihan berlangsung selama delapan hari, mulai 1 hingga 8 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, terdapat sejumlah program pelatihan TMT yang diikuti masyarakat dengan materi teori dan praktik.


Program pelatihan meliputi peracikan kopi sebanyak 16 peserta, pembuatan kue kering 16 peserta, budidaya sayur hidroponik 16 peserta, serta tata rias kecantikan 32 peserta.


Kegiatan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Siliragung dan sejumlah mitra workshop pelatihan yang telah bekerja sama dalam kegiatan tersebut.


Peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan Siliragung, tetapi juga dari wilayah kecamatan tetangga, yakni Pesanggaran dan Bangorejo. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung yang diberikan oleh instruktur sesuai bidang masing-masing.


Plh Camat Siliragung, David Purwo Wahyudi Widodo, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha mandiri sesuai bidang yang dipilih.


"Dengan keterampilan dari pelatihan yang diperoleh, peserta diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru dan menjadi lebih mandiri dalam berwirausaha" ujar David.


Salah satu program yang diberikan yakni pelatihan pembuatan kue kering. Peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan bahan, proses pengolahan, teknik pembuatan, penyajian produk hingga manajemen penjualan.


Instruktur pembuatan kue kering, Hanggaria, mengatakan peserta lebih banyak diarahkan untuk melakukan praktik secara langsung selama pelatihan.


"Dalam pelatihan ini peserta kami ajarkan mulai dari mengenal bahan, proses pembuatan hingga bagaimana menghasilkan kue yang baik dan memiliki nilai jual. Harapannya keterampilan ini bisa mereka praktikkan sendiri setelah pelatihan selesai dan bisa menjadi pelaku usaha mandiri," ujar Hanggaria.


Menurutnya, keterampilan membuat kue kering dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif, termasuk untuk membuka usaha dari skala rumahan.


Sementara itu, pelatihan peracikan kopi memberikan materi mengenai dasar-dasar pengolahan dan penyajian minuman kopi.


Instruktur peracikan kopi, Nakhla Elmer, menjelaskan peserta mendapatkan pengetahuan dasar perkopian sekaligus praktik peracikan kopi secara langsung.


Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung hingga 8 September 2026 dengan materi yang disesuaikan dengan masing-masing bidang keterampilan yang dipilih peserta. (*)