Magicom Diduga Korslet, Rumah di Glagah Banyuwangi Terbakar

1aayu3.jpg Petugas Damkar Padamkan Api di Lingkungan Krajan, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Sebuah rumah di Lingkungan Krajan, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, terbakar, Senin (31/08/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada perangkat magicom atau penghangat nasi.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kebakaran terjadi, rumah milik Muji Dwi Yono (36) dalam kondisi kosong karena pemilik sedang tidak berada di rumah.


Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan dan berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya.


Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan laporan yang diterima petugas langsung diteruskan kepada regu piket untuk segera menuju lokasi.


"Begitu laporan kami terima, petugas langsung bergerak. Kami memastikan titik lokasi dan kondisi kebakaran, kemudian menyiapkan personel, armada, serta peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pemadaman," kata Edy.


Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Tim kemudian melakukan pengamatan awal untuk mengetahui sumber api, kondisi bangunan, serta arah rambatan kobaran api.


"Sesampainya di lokasi, anggota terlebih dahulu melakukan size up. Kami melihat kondisi api, dari mana sumbernya, bagaimana arah rambatannya, dan apakah ada potensi api meluas ke bangunan lain," jelasnya.


Menurut Edy, kondisi angin di sekitar lokasi juga menjadi perhatian petugas. Api yang sudah membesar berpotensi merambat lebih cepat, terlebih terdapat material bangunan yang mudah terbakar.


"Kami juga mengantisipasi adanya rambatan api karena di lokasi terdapat material yang mudah terbakar. Apalagi kondisi angin cukup kencang, sehingga penyemprotan harus dilakukan secara terarah dan bertahap," katanya.


Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 16.22 WIB. Meski kobaran api telah padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.


Berdasarkan hasil investigasi awal di lokasi, jelas Edy, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada magicom atau penghangat nasi yang masih terhubung dengan sumber listrik.


"Untuk dugaan awal, titik api berasal dari perangkat magicom atau penghangat nasi yang masih terhubung dengan listrik. Diduga terjadi korsleting yang kemudian menimbulkan panas dan percikan api," jelasnya.


Percikan api tersebut diduga mengenai lap dapur yang berada di sekitar magicom. Api kemudian membesar dan merambat ke material lain yang mudah terbakar.


"Percikan api diduga mengenai lap yang ada di sekitar perangkat tersebut. Kemudian api merambat ke material yang mudah terbakar, termasuk kayu dan bagian bangunan, sampai akhirnya menjalar ke bagian atap," ungkapnya.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, bangunan rumah beserta sejumlah perabotan mengalami kerusakan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 35 juta.


Edy mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan instalasi dan perangkat listrik di rumah. Terlebih ketika hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.


"Kami mengimbau masyarakat agar sebelum meninggalkan rumah memastikan seluruh peralatan listrik yang tidak digunakan sudah dimatikan. Kalau memungkinkan, perangkat yang tidak diperlukan sebaiknya dicabut dari sumber listrik," katanya. (ep)