Hilal di Bawah Ufuk dan Tertutup Mendung, Pantauan di Pantai Pancur Banyuwangi Dipastikan Nihil

1huon.jpg Pemantauan Hilal di Pantai Pancur Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi Tahun 2026 (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Pemantauan hilal 1 Ramadan 1447 Hijriah di Pantai Pancur, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, dipastikan tidak membuahkan hasil. Selain posisi hilal masih berada di bawah ufuk, kondisi cuaca mendung dan berkabut turut menghalangi pengamatan.


Ketua LFNU PCNU Banyuwangi, Ghufron Mustofa, menjelaskan secara hisab ketinggian hilal di lokasi pemantauan tercatat minus 1 derajat 2 menit. Sementara elongasi bulan masih sekitar 1 derajat.


“Data hisab yang ada di sini ketinggian hilal minus 1 derajat 2 menit, elongasinya masih 1 derajat, dan matahari terbenam pukul 17.43 WIB. Jadi karena hilal masih di bawah ufuk, dimungkinkan hilal tidak mungkin terukyat, apalagi ditambah kondisi di sini terhalang cuaca mendung dan berkabut,” ujar Ghufron, Selasa (17/02/2026).


Dengan parameter tersebut, hampir dipastikan hilal tidak dapat terpantau dari Pantai Pancur. Terlebih, kriteria baru MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat untuk bisa dinyatakan memenuhi standar visibilitas.


Meski demikian, proses rukyatul hilal tetap dilaksanakan sesuai prosedur. Ghufron menegaskan, pengamatan langsung di lapangan tetap penting sebagai bagian dari laporan resmi kepada pemerintah.


“Rukyatul hilal tetap kami laksanakan karena pemerintah membutuhkan data, apakah hilal terpantau atau tidak. Ini bagian dari mekanisme penetapan awal bulan hijriah,” jelasnya.


Ia menambahkan, PBNU juga mendorong para perukyat NU di berbagai daerah untuk tetap melakukan rukyatul hilal, meskipun secara hisab posisi hilal diperkirakan belum memenuhi kriteria.


Hasil pemantauan dari Banyuwangi selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan 1447 H oleh Kementerian Agama RI. (ep)