Istri Ponco Budi Raharjo Tunjukkan Chat Terakhir di KM Virgo Transport 8 (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Ponco Budi Raharjo (46), warga Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, sempat mengirim pesan kepada keluarganya sebelum kapal KM Virgo Transport 8 yang ditumpanginya tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Pesan tersebut dikirim Ponco melalui grup WhatsApp keluarga pada Sabtu (12/09/2026) pagi. Tak disangka, pesan singkat itu menjadi komunikasi terakhir Ponco dengan keluarganya.
Dalam percakapan tersebut, Ponco mengabarkan bahwa kapal yang ditumpanginya akan berangkat sekitar pukul 09.00 WIB. Ia juga menyampaikan kondisi ponselnya yang hampir kehabisan daya dan berniat beristirahat.
"Kapale budal jam 9," tulis Ponco dalam grup WhatsApp keluarga.
Beberapa saat kemudian, Ponco kembali mengirim pesan, "HP-ne meh mati."
Pesan terakhirnya kemudian berbunyi, "Ayah arep istirahat."
Setelah itu, keluarga tidak lagi dapat menghubungi Ponco. Hingga Senin (14/09/2026), kabar keberadaan Ponco masih dinantikan keluarganya di rumahnya di Glenmore.
Istri Ponco, Enik Tri Widayati (41), mengatakan komunikasi terakhir dengan suaminya berlangsung pada Sabtu pagi. Saat itu Ponco mengabarkan dirinya sudah berada di kapal dan kapal akan segera berangkat.
"Kontak terakhir Sabtu pagi jam 7 mengabari kalau sudah naik kapal. Bilang kalau kapalnya naik jam 9," kata Enik.
Enik mengaku percakapan dengan suaminya saat itu berlangsung singkat. Sebab, dirinya harus menghadiri kegiatan posyandu.
"Teleponnya cuma sebentar saja karena saya harus ke posyandu. Jadi enggak terlalu fokus sama telepon saya," ujarnya.
Enik mengatakan perjalanan Ponco menuju Kalimantan tersebut merupakan bagian dari pekerjaannya sebagai kernet truk. Ponco diketahui berangkat sejak 12 Agustus lalu.
"Mulai berangkat 12 Agustus terus berangkat ke Kalimantan ke Samarinda, lalu muat lagi ke Jakarta, terus ke Surabaya, terus mau ke Banjarmasin," ungkap Enik.
Namun, setelah kabar kapal yang ditumpangi suaminya tenggelam, komunikasi dengan Ponco terputus.
"Sampai sekarang sudah enggak bisa dihubungi lagi," katanya.
Enik mengaku sempat kebingungan ketika pertama kali mengetahui kabar tenggelamnya kapal yang ditumpangi suaminya. Ia tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa untuk memastikan kondisi Ponco.
"Saat tahu kabar kapal yang ditumpangi Mas Harjo tenggelam, saya bingung, enggak tahu harus minta bantuan ke mana," tuturnya.
Bagi Enik, Ponco bukan sekadar suami, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Ia berharap suaminya masih ditemukan dalam kondisi selamat.
"Mas Harjo itu sosok yang bertanggung jawab, tulang punggung keluarga. Jangan sampai keluarga itu sengsara," ucap Enik dengan nada sedih.
Kini Enik bersama keluarga hanya bisa menunggu kabar kepastian mengenai keberadaan Ponco. Ia berharap proses pencarian korban KM Virgo membuahkan hasil dan suaminya segera ditemukan.
"Harapannya Mas Harjo selamat. Bisa pulang ke rumah dan bisa kumpul dengan keluarga. Keluarga di sini menanti semua," pungkasnya. (ep)

