BWI24JAM.CO.ID – Kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, menyisakan duka bagi keluarga di Banyuwangi. Salah satu penumpang kapal tersebut diketahui merupakan warga Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Korban bernama Ponco Budi Raharjo (46). Hingga Senin (14/9/2026), pihak keluarga masih menunggu kabar terkait keberadaan Ponco setelah kapal yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan.
Istri korban, Enik Tri Widayati (41), mengatakan suaminya yang berprofesi sebagai kenek memang biasa melakukan perjalanan menuju Kalimantan, khususnya wilayah Samarinda. Namun, pelayaran menuju Banjarmasin kali ini merupakan perjalanan pertamanya.
"Memang biasanya arah Samarinda, baru pertama kali ini ke Banjarmasin," kata Enik saat ditemui di rumahnya, Senin (14/9/2026).
Enik mengatakan suaminya berangkat membawa kendaraan ekspedisi dari Jakarta menuju Surabaya. Dari Surabaya, kendaraan tersebut kemudian akan dibawa menuju Banjarmasin menggunakan kapal.
Menurut Enik, komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada Sabtu (12/9) pagi sekitar pukul 07.02 WIB. Saat itu, Ponco sempat mengabarkan bahwa dirinya akan berangkat menggunakan kapal.
"Ini mobilnya dari Jakarta ke Surabaya lalu ke Banjarmasin. Terakhir kalau kontak hari Sabtu pagi, ngabari kalau mau berangkat, kapalnya mau jalan," ujarnya.
Namun, setelah komunikasi tersebut, Enik tidak lagi mendapatkan kabar dari suaminya.
"Kontak WhatsApp terakhir Sabtu. Sampai hari ini sudah tidak kontak lagi," katanya.
Kabar kecelakaan KM Virgo Transport 8 justru pertama kali diterima Enik dari teman sesama sopir pada Minggu (13/9) siang.
Temannya mengirimkan foto sebuah truk dan SIM pengemudi untuk memastikan apakah kendaraan tersebut merupakan truk yang dibawa Ponco.
"Tahu kabar dari teman saya pada Minggu siang. Dikasih gambar truk dan SIM sopir. 'Apa benar suamimu naik truk ini?' Lalu saya jawab iya, betul. Itu berdasarkan kabar dari grup WhatsApp para sopir truk," ungkap Enik.
Enik juga masih mengingat pakaian yang dikenakan suaminya saat terakhir berkomunikasi. Ponco disebut mengenakan baju bermotif garis-garis atau lorek.
"Terakhir pakai baju motif galur-galur, lorek-lorek," tuturnya.
Enik mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kabar kecelakaan tersebut datang. Menurutnya, Ponco baru sekitar satu tahun bekerja sebagai kernet.
"Enggak ada firasat apa pun," katanya.
Sebelum menjadi kernet, Ponco pernah bekerja mengikuti pelayaran kapal pengangkut batu bara di wilayah Nusantara. Pekerjaan tersebut dijalani ketika anak mereka masih kecil.
Sementara itu, operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. Basarnas mencatat kapal tersebut membawa total 243 orang dan mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Berdasarkan perkembangan operasi SAR hingga Senin (14/9) pukul 11.00 Wita, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

