Jelang Iduladha, Sapi Bali dan Banyuwangi Diserbu Pembeli dari Jakarta hingga Luar Jawa

1saonai.jpg Peternakan Sapi di Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kalipuro, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, permintaan sapi kurban asal Banyuwangi mengalami lonjakan signifikan. Sapi Bali menjadi primadona yang paling banyak diburu pembeli karena dinilai memiliki kualitas daging yang baik dengan harga lebih terjangkau dibanding jenis sapi lainnya.


Peningkatan permintaan mulai terasa sejak akhir April 2026 dan terus meningkat hingga pertengahan Mei. Permintaan tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari Jakarta dan sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.


Di sentra peternakan sapi di Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, aktivitas pengiriman sapi terlihat semakin sibuk. Ratusan ekor sapi Bali disiapkan untuk diberangkatkan menggunakan truk menuju berbagai daerah tujuan.


Agus Supriyadi, salah satu peternak sekaligus pedagang sapi Bali di Banyuwangi, mengatakan permintaan sapi menjelang Idul Adha tahun ini cukup tinggi.


“Permintaan meningkat terus, terutama dari Jakarta dan luar Jawa. Hampir setiap hari ada pengiriman,” ujarnya.


Menurut Agus, sapi Bali menjadi favorit masyarakat untuk hewan kurban karena kualitas dagingnya dinilai bagus dengan struktur tulang yang lebih ramping.


“Harganya juga lebih terjangkau dibanding sapi jenis lain, jadi banyak dicari untuk kurban,” katanya.


Dalam sehari, Agus mengaku mampu mengirim satu truk sapi dengan nilai transaksi mencapai Rp 500 juta hingga Rp 750 juta. Bahkan hingga Idul Adha nanti, dirinya memperkirakan sekitar 2.000 ekor sapi akan didistribusikan ke berbagai wilayah.


Meski permintaan tinggi, Agus menyebut kondisi pasar saat ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pembeli masih cukup berhati-hati dalam bertransaksi karena kondisi ekonomi.


“Kalau barang tidak sulit, sapi masih tersedia. Tapi memang kondisi keuangan pembeli di Jakarta sekarang agak berbeda, jadi transaksi kadang lebih hati-hati,” jelasnya.


Harga sapi Bali di Banyuwangi saat ini dibanderol mulai Rp 15 juta hingga Rp 45 juta per ekor, tergantung ukuran dan bobot sapi. Sementara untuk sapi jenis limosin dijual dengan kisaran harga Rp 35 juta sampai Rp 100 juta.


Berdasarkan data neraca pangan tahun 2026, kebutuhan daging sapi nasional diperkirakan mencapai 964 ribu ton. Sementara produksi dalam negeri diproyeksikan sekitar 479 ribu ton sehingga masih terjadi defisit kebutuhan daging nasional.


Di tengah tingginya kebutuhan tersebut, Banyuwangi menjadi salah satu daerah pemasok sapi kurban yang terus diandalkan, khususnya untuk jenis sapi Bali yang dikenal mudah beradaptasi dengan iklim tropis serta memiliki persentase karkas daging cukup tinggi. (ep)