Kebaktian Pembaruan Iman Nasional Digelar di Genteng, Jadi Representasi Kota Welas Asih Banyuwangi

1ayuai1.jpg Kebaktian Pembaruan Iman Nasional Digelar di Lapangan RTH Maron Genteng (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kecamatan Genteng kembali menunjukkan wajah keberagaman dan toleransi di Banyuwangi. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Kebaktian Pembaruan Iman Nasional (KPIN) yang dihadiri Pendeta Stephen Tong di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Genteng, Kamis (03/09/2026).


Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa keberagaman suku dan agama dapat berjalan beriringan dengan semangat saling menghormati. Genteng pun dinilai mampu merepresentasikan nilai 'welas asih' yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Banyuwangi.


Camat Genteng Khoirul Hidayat mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat yang beragam tetap dapat berjalan harmonis.


"Kegiatan Kota Welas Asih di tengah keberagaman suku agama tetap terjalin hubungan yang baik, saling menghormati. Kegiatan ini sebagai representasi welas asih di Banyuwangi," kata Khoirul, Kamis (3/8/2026).


Menurutnya, keberagaman bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun hubungan sosial yang baik. Justru, perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan dan kehidupan bermasyarakat.


"Kita ingin menunjukkan bahwa Genteng adalah bagian dari Banyuwangi yang masyarakatnya bisa hidup berdampingan. Perbedaan agama, suku maupun latar belakang tidak menghalangi kita untuk saling menghormati dan menjaga kebersamaan," ujarnya.


Khoirul menambahkan, semangat 'welas asih' tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi modal penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.


"Nilai welas asih ini harus terus kita jaga bersama. Bagaimana kita bisa memberikan ruang kepada setiap masyarakat untuk menjalankan kegiatan keagamaannya dengan nyaman, sekaligus tetap menghormati masyarakat lainnya," imbuhnya.


Dia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat citra Genteng sebagai wilayah yang terbuka terhadap keberagaman dan mampu menjadi contoh kehidupan sosial yang harmonis di Banyuwangi.


"Harapan kami, kegiatan seperti ini semakin mempererat persaudaraan. Kita boleh berbeda dalam keyakinan, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat kita tetap satu, saling menghormati dan saling menjaga," tutur Khoirul.


Sementara itu, Kapolsek Genteng Kompol Khoirul Anwar memastikan kegiatan Kebaktian Pembaruan Iman Nasional berlangsung dengan pengamanan dari jajaran kepolisian. Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.


"Kami melakukan pengamanan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh peserta kegiatan. Yang paling penting adalah seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib dan kondusif," kata Khoirul Anwar.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan kegiatan keagamaan merupakan tanggung jawab bersama.


"Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita hormati kegiatan keagamaan masing-masing dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar," tegasnya.


Kegiatan KPIN yang digelar di RTH Maron tersebut dihadiri jemaat dan peserta dari berbagai daerah. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan ruang publik dapat menjadi tempat perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dalam suasana yang aman dan saling menghormati.


Dengan berlangsungnya kegiatan tersebut, Genteng kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu wilayah yang merepresentasikan semangat 'welas asih' Banyuwangi di tengah keberagaman masyarakat. (ep)