Bakar Alquran, Rekam Aksinya, Lalu Pergi: Polisi Cari Pria di Muncar Banyuwangi

1kihi.jpg Plt Kapolsek Muncar AKP Kusmin dan Jajaran Mendatangi Lokasi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Polisi masih memburu AR (40), pria yang diduga membakar Alquran di Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Usai melakukan aksi tersebut, AR meninggalkan rumah dan hingga kini keberadaannya belum diketahui.


Plt. Kapolsek Muncar Polresta Banyuwangi AKP Kusmin melalui Kanit Reskrim Polsek Muncar Ipda Sujarwadi Putra mengatakan pihaknya masih melakukan pencarian terhadap AR. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk membantu mencari keberadaan pria tersebut.


"Kami masih mencari keberadaan pelaku. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mencari keberadaan yang bersangkutan," kata Sujarwadi.


Peristiwa dugaan pembakaran Alquran itu terjadi pada 1 September 2026 sekitar pukul 18.15 WIB. Aksi tersebut dilakukan di halaman rumah AR yang juga digunakan sebagai bengkel mesin alat-alat pertanian.


Alquran yang dibakar AR disebut sebelumnya digunakan oleh ayahnya untuk mengajar mengaji anaknya. Saat melakukan pembakaran, AR juga diduga merekam aksinya. Rekaman tersebut kemudian disebarkan melalui pesan WhatsApp hingga diketahui warga.


"Alquran yang dibakar itu sebelumnya digunakan ayah pelaku untuk mengajar mengaji ke anaknya. Saat membakar, dia kemudian merekamnya lalu disebarkan melalui WhatsApp," ujar Sujarwadi.


Setelah video tersebut beredar, warga mengetahui aksi pembakaran Alquran itu. Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengamankan sisa-sisa Alquran yang terbakar.


Sementara itu, polisi masih mendalami dugaan kondisi kejiwaan AR. Berdasarkan keterangan ayahnya, Supeno, AR disebut mengalami perubahan kondisi setelah bercerai dengan istrinya pada 2019. Setelah perceraian itu, istrinya disebut pergi bekerja ke luar negeri.


Selain itu, Supeno juga menyampaikan sejumlah perilaku AR yang dinilai tidak biasa. Salah satunya, AR disebut pernah memotong-motong uang pecahan Rp 100 ribu dan menempelkannya di dinding.


Meski demikian, dugaan gangguan kejiwaan tersebut belum pernah mendapatkan penanganan medis. AR disebut belum sempat dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan maupun perawatan di Puskesmas Licin.


Sujarwadi menegaskan polisi belum menyimpulkan kondisi kejiwaan maupun motif AR dalam dugaan pembakaran Alquran tersebut. Keterangan dari keluarga masih didalami untuk mengetahui latar belakang peristiwa.


"Informasi dari pihak keluarga tentu kami dalami. Namun, untuk memastikan kondisi dan motifnya, kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.


Polisi kini masih berupaya menemukan keberadaan AR. Selain untuk mengungkap motif, keberadaan AR juga diperlukan untuk meminta keterangan langsung mengenai dugaan pembakaran Alquran tersebut.


"Kami masih melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan yang bersangkutan," tegas Sujarwadi.


Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Warga juga diminta tidak mudah terprovokasi dengan video maupun informasi yang beredar sebelum dipastikan kebenarannya.


"Kami minta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganannya kepada kepolisian. Jangan sampai terjadi tindakan anarkis yang justru menimbulkan persoalan baru," pungkasnya. (ep)