Kementerian Kelautan dan Perikanan Gencar Sosialisasi Penanaman Bibit Mangrove di Banyuwangi

20231209_205719.jpg Sosialisasi Penanaman Bibit Mangrove Diadakan di Pantai Cemara Muncar, Kab. Banyuwangi (Foto: Edy/bwi24jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menggelar program sosialisasi penanaman bibit mangrove di Pantai Cemara Muncar, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (8/12/2023).


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan melibatkan para kelompok nelayan dalam upaya Rehabilitasi Kawasan Pesisir (Penanaman Mangrove) Tahun Anggaran 2023. 


Sementara hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Dwi Kusuma Wijaya, Perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Penyuluh Perikanan KKP, Diah Setyorini dan Davi Choiris, Ketua Pokmaswas Minasero Laut Umar dan Ketua Pokmaswas Baret Muh. Saeroni beserta seluruh anggota kelompok, Babinsa Koramil 0825/17 Muncar Suryono dan undangan.


Dwi Kusuma Wijaya, mewakili KKP pada kegiatan tersebut membahas pentingnya mangrove dalam menjaga ekosistem laut dan melindungi pantai dari abrasi. Para nelayan diundang untuk aktif berpartisipasi dalam penanaman kembali bibit mangrove sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk melestarikan sumber daya laut.


"Kegiatan ini adalah sosialisasi penanaman kembali atau penyulaman mangrove di daerah pesisir sebagai upaya rehabilitasi kawasan mangrove yang ada di pantai Cemara Muncar. Hal ini dilakukan dalam upaya mendapatkan hasil yang maksimal dalam program pelestarian lingkungan pesisir," terang Dwi.


"Manfaat yang kita peroleh nanti adalah untuk mencegah abrasi pantai dan menghambat gelombang laut, penyerapan karbondioksida, menjaga kualitas air dan oksigen udara, sebagai habitat biota laut lain, serta memberikan dampak ekonomi yang besar dan menjadi sumber pendapatan bagi nelayan yang ada disekitar pesisir" tambah Dwi.


Kegiatan sosialisasi digelar untuk memberikan pengetahuan praktis tentang cara menanam dan merawat mangrove. KKP juga menyediakan bibit mangrove secara gratis kepada para nelayan yang berkomitmen untuk ikut serta dalam program ini.


Pantai Cemara Muncar dipilih karena merupakan lokasi strategis yang membutuhkan pemulihan (rehabilitasi) ekosistem mangrove. Melalui kolaborasi dengan komunitas nelayan, KKP berharap dapat menciptakan zona pesisir yang lestari dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelautan dan perikanan lokal.


Para peserta merespon positif kegiatan ini, menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut. Program penyulaman bibit mangrove ini diharapkan tidak hanya menciptakan dampak positif secara ekologis, tetapi juga memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat nelayan dalam menjaga kelestarian laut Indonesia.


Ketua Pokmaswas Minasero Laut, Umar mengatakan tetap berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan di Pantai Cemara Muncar.


"Para nelayan di Wringinputih dan rekan-rekan di Tegalpare secara swadaya berkomitmen tetap menjaga kelestarian pantai serta pelestarian sumber daya di kawasan mangrove," ujar Umar.


Selanjutnya untuk program tahun 2024, KKP mempersiapkan beberapa program. Dwi menambahkan bahwa "Beberapa program yang akan kita rencanakan tahun depan adalah penyulaman dalam rangka rehabilitasi kawasan mangrove kemudian program edukasi wisata tracking sebagai salah satu program Pusat restorasi dan pengembangan ekosistem pesisir, mudah-mudahan program tersebut dapat dilaksanakan di sini," pungkasnya. (es)