
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Kapolsek Sempu AKP Nanang Wardhana menjelaskan kronologi tewasnya UF (51), warga Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi yang tewas tertemper KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang (Banyuwangi)-Pasar Senen (Jakarta), Senin (18/11/2024) sore kemarin.
Lokasi tewasnya korban berada di km 57+6 petak Jalan Temuguruh-Setail berbatasan antara dua dusun di Desa Temuasri dengan Tegalarum, Kecamatan Sempu. Hanya berjarak sekitar 2 km dari kediaman korban.
Nanang menyebut korban tewas saat berjalan melintasi jalan dekat jalur kereta api. Korban tak menyadari bahwa akan ada kereta api melintas di jalur tersebut.
"Korban ini tidak tau ada kereta melintas Senin sore kemarin sekitar pukul 15.52 WIB. Menurut keterangan saksi mata yang di TKP mendengar ada kereta api berhenti dan sudah tergeletak perempuan yang diketahui itu adalah korban UF," ujar Nanang, Selasa (19/11/2024), kepada BWI24Jam.
Nanang menambahkan bahwa korban berjalan dari arah timur ke barat. Searah dengan laju KA Blambangan Ekspres.
Sebenarnya masinis sudah membunyikan klakson ketika melihat warga ada yang mendekati perlintasan kereta. Akan tetapi, lanjut Nanang, pendengaran korban tak sebegitu baik.
"Selain pendengaran korban kurang baik, ia diketahui memiliki riyawat penyakit epilepsi yang diduga Kabuh saat tertemper kereta," tambahnya.
Korban yang tak mendengarkan suara klakson tetap berjalan normal. Sampai ia kemudian dihantam KA Blambangan Ekspress dari arah samping.
Nanang menyebut korban tertemper pada bagian samping gerbong kereta. Ia tewas di lokasi kejadian akibat luka parah pada bagian kepala.
"Luka kepala yang diderita korban cukup parah. Ia meninggal di TKP," ujarnya.
Polisi dibantu warga kemudian mengevakuasi jasad korban untuk dibaw ke RSUD Genteng untuk keperluan visum. Nanang menambahkan proses visum korban selesai, jenazah korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga.
"Setelan visum korban kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," tandasnya. (ep)