Banjir di Desa Kalibaru Kulon, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi pada 2 November 2026 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, menyebabkan luapan air menggenangi halaman sekitar 20 rumah warga di Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Senin (02/11/2026). Genangan terjadi setelah air sungai setempat meluap akibat saluran gorong-gorong yang diduga tersumbat.
Ketinggian genangan bervariasi, mulai dari mata kaki hingga betis orang dewasa. Meski tidak berlangsung lama, kejadian tersebut kembali menjadi perhatian karena kawasan itu dikenal kerap mengalami banjir setiap kali hujan lebat turun.
Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Banyuwangi di Kalibaru, Mad Sholeh, mengatakan hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari menyebabkan debit air meningkat. Air sungai kemudian meluap dan menggenangi halaman rumah warga karena aliran air tidak berjalan lancar.
"Yang terdampak sekitar 20 rumah, terutama bagian halaman. Ketinggian air rata-rata mulai dari mata kaki sampai betis orang dewasa," kata Mad Sholeh.
Menurutnya, Dusun Margomakmur merupakan salah satu lokasi yang berulang kali mengalami genangan ketika hujan deras berlangsung cukup lama. Kondisi saluran air yang tersumbat diduga menjadi salah satu penyebab air meluap ke lingkungan permukiman.
"Lokasi ini memang sudah menjadi langganan banjir setiap kali hujan lebat. Hujan semalaman membuat air sungai meluap, sementara gorong-gorong diduga tersumbat," jelasnya.
Genangan di kawasan tersebut mulai surut sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah air surut, penanganan lanjutan disiapkan untuk mengurangi risiko kejadian serupa terulang, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Kalibaru.
Mad Sholeh menyebut pembersihan gorong-gorong yang mampet dijadwalkan dilakukan pada Selasa (3/11/2026). Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air sehingga tidak kembali meluap ke permukiman warga.
"Besok akan dilakukan pembersihan saluran gorong-gorong yang mampet. Harapannya, aliran air bisa kembali lancar dan genangan tidak mudah terjadi saat hujan deras," imbuhnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan saluran drainase, khususnya di kawasan yang berulang kali mengalami genangan. Pembersihan saluran secara berkala diperlukan agar aliran air tetap lancar ketika debit sungai meningkat akibat hujan lebat.
Warga di wilayah rawan banjir juga diimbau tetap waspada ketika hujan turun dalam waktu lama. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada petugas apabila debit air kembali meningkat atau muncul tanda-tanda luapan yang berpotensi menggenangi permukiman. (ep)

