Polisi Periksa Peserta Sempu Carnival, Miras Disita dan Pakaian Terbuka Ditegur

IMG-20261102-WA0024.jpg Kapolsek Bersama TNI Periksa Peserta Karnaval dan Temukan Miras, Lalu Dibuang (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Petugas gabungan TNI-Polri bersama panitia melakukan pemeriksaan terhadap peserta Sempu Carnival 2026 di Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Penyisiran dilakukan sebelum rombongan diberangkatkan dari garis start untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.


Pemeriksaan menyasar barang bawaan peserta hingga sejumlah sopir truk yang mengangkut peserta maupun perlengkapan karnaval. Petugas memeriksa satu per satu untuk memastikan tidak ada barang yang berpotensi memicu gangguan selama parade berlangsung.


Dari hasil penyisiran, petugas menemukan sejumlah botol yang diduga berisi minuman keras (miras). Botol-botol tersebut kemudian diamankan dan dimusnahkan langsung di lokasi.


Kapolsek Sempu, AKP Satrio, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan langkah antisipasi agar pelaksanaan karnaval berlangsung aman dan kondusif. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak sebelum peserta diberangkatkan.


“Langkah ini merupakan pencegahan agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan. Kami berikan teguran lisan dan mereka kami minta patuh terhadap aturan,” kata Satrio, usia melakukan patroli, Sabtu (31/10/2026).


Dia menjelaskan, pemeriksaan bukan semata-mata untuk mencari pelanggaran, melainkan juga memastikan seluruh peserta memahami aturan selama mengikuti kegiatan. Petugas mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan teguran dan pembinaan kepada peserta yang kedapatan membawa barang yang diduga minuman beralkohol.


“Kami ingin kegiatan ini berjalan lancar dan masyarakat bisa menikmati karnaval dengan nyaman. Karena itu, peserta juga harus ikut menjaga situasi agar tetap tertib,” terangnya.


Satrio juga mengimbau peserta agar tidak mengonsumsi minuman beralkohol maupun melakukan tindakan yang dapat memicu perselisihan. Menurutnya, seluruh peserta memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri, rombongan, dan masyarakat yang menyaksikan parade di sepanjang jalur.


“Jangan sampai kegiatan yang tujuannya menghibur masyarakat justru menimbulkan persoalan. Kami berharap semua peserta mengikuti arahan petugas dan panitia, serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan orang lain,” tegasnya


Selain memeriksa barang bawaan dan kendaraan, petugas turut menegur peserta yang dinilai mengenakan pakaian terlalu terbuka. Salah satu peserta yang kedapatan mengenakan pakaian tersebut diminta menggantinya sebelum mengikuti parade.


Satrio berharap seluruh peserta dapat bekerja sama dengan petugas dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, Sempu Carnival 2026 dapat berlangsung meriah tanpa mengabaikan aspek keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.


“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Silakan meramaikan acara, tetapi tetap perhatikan aturan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung,” pungkasnya. (ep)